Menurut Loudan dan Bitta (1993:165) menjelaskan bahwa faktor yang
mempengaruhi pembelian dibedakan menjadi dua faktor yaitu faktor eksternal
yang terdiri dari faktor budaya, subbudaya, kelas sosial, kelompok sosial, family,
personality, serta kelompok lain. Sedangkan lingkungan internal meliputi faktor
prossesing informasi, belajar dan ingatan, kepribadian, sikap, motivasi serta faktor
keterlibatan.
Tahap-tahap keputusan pembelian (Swasta dan Irawan, 1999:120) adalah:
- Pengenalan masalah
Tahap ini terjadi bila mana konsumen menyadari perbedaan antara situasi
yang ada dengan situasi yang diinginkan atau diharapkan, yaitu timbulnya
rangsangan dari dalam diri konsumen. Kebutuhan dapat digerakkan oleh
rangsangan dari luar maupun dari dalam yaitu adanya faktor ekstern dan
intern. - Pencarian Informasi
Seorang yang mulai tergugah minatnya mungkin akan mencari informasi
yang lebih banyak lagi. Jika dorongan konsumen adalah kuat dan obyek yang
dapat memuaskan kebutuhan itu tersedia maka konsumen akan membeli
obyek itu. Jika tidak terbeli kebutuhan konsumen itu akan semakin
mengendap dalam ingatannya. Konsumen mungkin tidak berusaha untuk
mencari informasi lebih lanjut sehubungan dengan kebutuhan tersebut. - Evaluasi Alternatif
Pada tahap ini konsumen dihadapkan pada penilaian beberapa alternative
suatu merek produk, dalam proses pemilihan ini ada beberapa konsep dasar
untuk membantu memperjelas proses penilaian konsumen antara lain: sifat –
sifat produk, peningkatan ciri – ciri produk, kemanfaatannya, adanya
prosedur penilaian oleh konsumen dalam penilaian alternatif. - Keputusan Membeli
Setelah tahap – tahap di atas dilakukan maka pembeli tiba pada sikap
menentukan sikap dalam pengambilan keputusan apakah akan membeli atau
tidak. Jika dianggap membeli maka pembeli akan menjumpai serangkaian
keputusan mengenai produk, merek, penjual, kualitas, waktu pembelian dan
cara pembayaran. - Perilaku Setelah Membeli
Setelah membeli suatu produk konsumen akan mengalami beberapa tingkatan
kepuasan atau ketidakpuasan. Kepuasan terhadap produk yang dibelinya
merupakan fungsi dari dekatnya antara harapan dari pembeli tentang produk
yang dibelinya dengan kemampuan dari produk itu sendiri. Hal ini
mempengaruhi perilaku konsumen berikutnya. Konsumen yang merasa puas,
kemungkinan untuk membeli produk tersebut sangat besar. Sedangkan
konsumen yang merasa tidak puas akan member tanggapan yang sebaliknya.
