Dimensi Kualitas Pelayanan


Vieira (2003) mengungkapkan Terdapat lima dimensi kualitas layanan yang dapat
digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap kualitas pelayanan menurut Valerie Zeithaml,
A. Parasuraman, dan Leonard Berry yaitu :

  1. Tangible (berwujud)
    Tangible (berwujud) yaitu berupa penampilan fasilitas fisik, peralatan, pegawai,
    dan material yang dipasang. Dimensi ini menggambarkan wujud secara fisik dan
    layanan yang akan diterima oleh konsumen. Contohnya dalam jasa restoran, maka
    karyawannya memakai seragam yang rapi, jumlah meja makan, dan peralatan makan
    yang lengkap.
  2. Reliability (keandalan)
    Reliability (keandalan) yaitu kemampuan untuk memberikan jasa yang dijanjikan
    dengan handal dan akurat. Dalam arti luas, keandalan berarti bahwa perusahaan
    memberikan janji-janjinya tentang penyediaan, penyelesaian masalah dan harga.
  3. Responsiveness (daya tanggap)
    Responsiveness (daya tanggap) yaitu kesadaran dan keinginan untuk membantu
    pelanggan dan memberikan jasa dengan cepat. Dimensi ini menekankan pada
    perhatian dan ketepatan ketika berurusan dengan permintaan, pertanyaan, dan keluhan
    pelanggan.
  4. Assurance (kepastian)
    Assurance (kepastian) yaitu pengetahuan, sopan santun, dan kemampuan
    karyawan untuk menimbulkan keyakinan dan kepercayaan. Dimensi ini mungkin akan
    sangat penting pada jasa layanan yang memerlukan tingkat kepercayaan cukup tinggi
    dimana pelanggan akan merasa aman dan terjamin.
  5. Empathy (empati)
    Empathy (empati) yaitu kepedulian, dan perhatian secara pribadi yang diberikan
    kepada pelanggan. Inti dari dimensi empati adalah menunjukkan kepada pelanggan
    melalui layanan yang diberikan bahwa pelanggan itu special, dan kebutuhan mereka
    dapat dipahami