Bauran Eceran (Retailing Mix)


Menurut Kotler (2008:77) Retailing merupakan kegiatan yang
berhubungan dengan penjualan barang atau jasa secara langsung kepada
konsumen akhir untuk pemakai pribadi dan non-bisnis.
Sedangkan, Menurut Tjiptono (2008:191) Retailing merupakan semua
kegiatan penjualan barang dan jasa secara langsung kepada konsumen akhir
untuk pemakaian pribadi dan rumah tangga, bukan untuk keperluan bisnis.
Selain itu, Menurut Foster (2008:51) bauran penjualan eceran adalah
semua variabel yang dapat digunakan sebagai strategi pemasaran untuk
berkompetensi pada pasar yang dipilih
Bauran ritel menurut Ma’ruf(2010:114) terdiri dari 7 komponen yaitu :

  1. Tempat/lokasi (Place)
    Tempat adalah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk membuat
    produk agar dapat diperoleh dan tersedia bagi pelanggan.
  2. Barang dangangan (Merchandise)
    Barang dagangan adalah kegiatan pedagangan barang-barang yang sesuai
    dengan bisnis yang dijalankan gerai, untuk disediakan gerai pada jumlah,
    keberagaman produk, jumlah waktu dan harga yang sesuai untuk mencapai
    sasaran peritel.
  3. Harga(Price)
    Harga adalah sejumlah uang yang harus dibayar oleh pelanggan untuk
    mendapatkan uang.
  4. Promosi(Promotion)
    Promosi adalah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk
    mengkomunikasikan keunggulan produk dan membujuk pelanggan sasaran
    untuk membelinya
  5. Atmosfer toko(Store Athmosphere)
    Athmosfer toko adalah desain lingkungan melalui komunikasi visual,
    pencahayaan, warna untuk merancang respon emosional dan persepsi
    pelanggan dan untuk mempengaruhi pelanggan untuk membeli barang.
  6. Pelayanan(retail Service)
    Merupakan pelayanan yang diberikan kepada konsumen untuk
    mendeferensisasikan suatu gerai dengan gerai lainnya.
  7. Orang(people)
    Orang adalah pelaku yang turut ambil bagian dalam pengujian jasa dan dalam
    hal ini mempengaruhi persepsi pembeli. Yang termasuk elemen ini adalah
    personil perusahaan dan konsumen