Pengertian Kualitas


Kualitas produk merupakan suatu komponen yang perlu diperhatikan oleh
perusahaan karena dengan kualitas merupakan cerminan dari kepuasan
pelanggan. Saat nilai dari tingkat kepuasan tinggi maka nilai dari tingkat kepuasan
pelanggan juga tinggi. Sehingga saat terjadi produk cacat atau kepuasan
pelanggan tidak terpenuhi, pelanggan merasa kecewa (Kotler dan Keller, 2009).
Kualitas produk dikatakan produk cacat atau produk tidak cacat merupakan hasil
dari proses produksi. Saat hasil produksi menunjukkan produk cacat yang tinggi
maka kualitas dari produksi rendah dan sebaliknya saat produk cacat yang
dihasilkan rendah maka tingkat kualitas produksi tinggi (Sumardi, 2017).
Dengan adanya produk cacat saat dilakukan proses produksi maka perusahaan
diperlukan adanya sistem pengendalian kualitas produksi. Hal ini bertujuan untuk
meminimalisir jumlah dari produk cacat, menjaga hasil dari proses produksi agar
memenuhi standar mutu dari perusahaan dan menghindari tingkat rasa kecewa
dari konsumen (Mardhy, 2014).
Six sigma adalah suatu cara untuk mengelola kualitas, cara untuk mengendalikan
dan perbaikan kualitas (Gaspersz, 2001). Six sigma bisa digunakan untuk
meningkatan kualitas dengan cara proses peninjauan dan proses perbaikan
dengan metode DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) (Haming
dan Nurnajamudding, 2007).
Terdapat beberapa pengertian menurut para ahli, yaitu sebagai berikut:
a. Menurut ISO-8402 (Loh, 2001), kualitas adalah perusahaan yang
berusaha memenuhi kebutuhan pelanggan yang berhubungan dengan
kualitas fasilitas dan mempunyai karakteristik dari produk atau jasa yang
dihasilkannya.
b. Kadir (2001), Kualitas mempunyai tujuan dengan memenuhi sebuah
standar yang telah ditentukan dari perusahaan.
c. Kotler (1997), mendefinisikan kualitas adalah perusahaan yang
mempunyai sebuah ciri atau karakteristik berupa produk atau jasa yang
dihasilkan untuk mendukung dalam memenuhi kebutuhan customer.
Pengendalian kualitas yang memiliki tujuan untuk meningkatkan dan menjaga
tingkat kepuasaan dari Customer. Dalam pengendalian kualitas terdapat
keuntungan seperti:
a. Dapat meningkatkan kualitas produk
b. Dapat meningkatkan dari aliran proses produksi
c. Dapat meningkatkan dari kesadaran pekerja terkait pentingnya kualitas
produ