Pendekatan Maintenance


Maintenance adalah suatu kegiatan yang dapat dijadikan proses pendukung
dikegiatan produksi dengan tujuan dari proses maintenance adalah dapat lebih
efektif dan biaya yang rendah. Dengan adanya proses maintenance mesin atau
peralatan produksi dapat digunakan dengan maksimal dan tidak mengalami
kerusakan (Sudrajat: 2011).
Menurut Sudrajat (2011), dengan adanya proses maintenance memiliki tujuan
seperti:

  1. Mesin atau alat produksi dapat memenuhi kebutuhan.
  2. Dapat menjaga kualitas dan kegiatan produksi yang tidak mengalami
    gangguan.
  3. Dapat mencapai biaya maintenance secara efektif dan efisien.
  4. Dapat menjaga keselamatan bagi operator.
  5. Dapat memaksimalkan peralatan sistem produksi (mengurangi downtime).
    Jenis-jenis Pemeliharaan
    Terdapat dua jenis dalam proses maintenance, yaitu:
  6. Preventive Maintenance (Pemeliharaan Pencegahan)
    Hal ini bertujuan untuk memperpanjang umur sistem atau mesin dan dapat
    meningkatkan kehandalan.
  7. Corective Maintenance (Pemeliharaan Perbaikan)
    Pemeliharaan yang terdiri dari proses pengembalian kondisi mesin yang
    gagal beroperasi Kembali ke kondisi beroperasi. Pemeliharaan perbaikan
    terjadi karena kegagalan yang tiba-tiba dan biasanya tidak direncanakan.