Klasifikasi Produk


Produk yang tersedia di pasar sangat beranekaragam. Setiap produk memiliki ciri
masing-masiing dalam hal itulahyang menjadikan suatu produk terlihat unik dan berbeda
dari yang lain. Produk dapat menjadi beberapa kelompok yaitu berdasarkan wujudnya.,
berdasarkan aspek daya tahan produk dan berdasarkan kegunannya. Menurut Kotler dan
Koller (2016:164), klasifikasi produk diantaranya:

  1. Klarsifikasi Produk Berdasatkan Daya Tahannya
    a. Nondurable goods (Barang tidak tahan lama)
    Barang berwujud yang biasanya dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali
    penggunaan, seperti bir dan shampoo.
    b. Durable goods (Barang tahan lama)
    Barang berwujud yang dapat bertahan untuk pemakaian yang berulang-ulang,
    contohnya seperti, kulkas, peralatan besin, dan pakian.
  2. Klasifikasi Produk Berdasarkan Kegunaannya
    Berdasarkan kegunaanya produk diklasifikasikan menjadi dua yaitu:
    1.) Consumers Goods (Barang Konsumsi)
    Barang konsumsi merupakan suatu produk yang langsung dapat dikonsumsi
    tanpa memalui pemrosesan lebih lanjut untuk memperoleh manfaat dari produk
    tersebut. Barang konsumsi adalah barang yang dikonsumsi untuk kebutuhan
    konsumen akhir (individu dan rumah tanggan), bukan untuk tujuan bisnis. Pada
    umumnya barang konsumen dibedakan menjadi empat jenis.
    a. Convenience Goods (Barang Kenyamanan)
    Convenience goods biasanya adalah barang yang paling sering dibeli oleh
    konsumen dan untuk membelinya pun tidak mengeluarkan usaha yang besar.
    Contohnya adalah minuman bersoda, sabun, dan koran.
    Convenience goods sendiri masih dapat dikelompokan menjadi tiga jenis, yaitu
    staples, impulse goods, dan emergency goods.
  • Staples adalah barang yang dibeli konsumen secara teratur.seorang pembeli
    mungkin saja membeli saus tomat, past gigi, dan biskuit secara teratur.
  • Impulse goods adlaah barang yang dibeli tampa direncanakan terlebihg
    dahulu, seperti permen dan majalah.
  • Emergency goods adalah barang yang dibeli pada saat dibutuhkan atau
    sedang terdesak, contohnya payung yang dibutuhkan pada saat hujan.
    b. Shoppiing Goods (Barang Belanja)
    Shopping goods adalah barang-barang yang secara karakteristik konsumen
    bandingkan secara teliti seperti kesesuaian, kualitas, harga, dan gaya.
    Contohnya furnitur, pakian, danperalatan utama.
    Shoping goods terdiri dari dua jenis, yaitu barang belanjaan homogen dan
    heterogen.
  • Homogeneous shopping goods (Barang belanja yang homogen) memiliki
    kualitas yang serupa tetapi harganya cukup berbedea untuk perbandingan
    belanja. Contoh tape recorder dan TV.
  • Heterogeneous shopping goods (Belang belanja heterogen) berbeda dalam
    fitur produk dan layanan yang mungkin lebih penting daripada harga.
    c. Specialty Goods (Barang Khusus)
    Specialty goods meliki karakteristik unik atau identifikasi merek yang cukup
    banyak sehinggan banyak pembeli yang bersedia melakukan upaya
    pembelian khusus. Contohnya termasuk mobil, komponen audio-audio, dan
    setelan jas pria.
    d. Unsought Gooods (barang yang tidak dicari)
    Unsought Goods adalah barang yang tidak diketahui konsumen atau
    biasanya tidak dipikirkan untuk dibeli. Contohnya adalah asuransi jiwa, plot
    pemakamaan, dan batu nisan.
    2.) Industrial Goods (Barang Industri)
    Barang industri merupakan jenis produk yang masih memerlukan pemrosesan
    lebih lanjut untuk mendapatkan suatu manfaat tertentu. Pemrosesan tersebut
    memberikan nilai tambah bagi suatu produk. Biasanya hasil pemrosesan dari
    barang industri diperjual belikan kembali. Semakin banyak manfaat yang
    ditambahkan, barang tersebut akan semakin memiliki harga yang tinggi, begitu
    pula sebaliknya.
    Klasifikasi barang produksi dibagi menjadi tiga, diantaranya:
    a. Materials and parts (Bahan baku dan suku cadang)
    Materials and parts adalah barang yang sepenuhnya masuk nke produk
    pabrikan. Mereka terbagi dalam dua kelas: bahan baku dan bahan
    manufaktur dan suku cadang.
    b. Capital item’s (Barang modal)
    Capital item’s adalah barang tahan lama yang memfasiltasi pengembangan
    atau pengelolaan produk jadi.
    c. Supply and Businenss Survice ( Layanan bisnis dan pasokan)
    Supply and business service adalah barang dan jasa jangka pendek yang
    memfasilitasi pengembangan atau pengelolaan produk jadi. Persediaan
    terdiri dari dua jenis: peralatan untuk perawatan dan peralatan untuk
    perbaikan.