Menurut Kotler dan Armstrong (dalam Amalia & Asmara, 2017) ada empat faktor
yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam memutuskan melakukan pembelian, yaitu:
- Faktor Budaya, faktor budaya mempunyai pengaruh lebih luas dan mendalam terhadap
perilaku, mencakup budaya (kultur, sub budaya, dan kelas sosial). - Faktor Sosial, selain faktor budaya, perilaku konsumen juga dapat dipengaruhi oleh
faktor-faktor sosial seperti kelompok acuan, keluarga, serta peran dan status. - Faktor Pribadi, keputusan seorang pembeli juga dapat dipengaruhi oleh karakteristik
pribadi seperti umur pembeli dan tahap siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya
hidup dan kepribadian. - Faktor Psikologis, pada faktor psikologis terdapat dua faktor diantarnya adalah sebagai
berikut
a. Motivasi, seseorng tentunya memiliki banyak kebutuhan pada setiap waktu tertentu.
Sebagin kebutuhan dapat bersifat biogenic, kebutuhan yang demikian berasal dari
keadaan psikologis berkaitan dengan tensi/ketegangan sepeti rasa lapar, haus dan tidak
senang. Motivasi merupakan kebutuhan yang cukup mendorong seseorng agar
bertindak.
b. Persepsi, hal ini menyangkut proses bagaimana seseorng memilih, mengatur dan
menginterpretasikan masukan informasi untuk menciptakan gambaran yang berarti.
Menurut Kotler dan Keller (2016:235) indikator dari proses keputusan pembelian
konsumen dapat dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut: - Pengenalan Kebutuhan
Proses pembelian dimulai saat pembeli mengenali sebuah mesalah atau kebutuhan,
pembeli merasakan perbedaan antara keadaan aktualnya dengan keadaan yang diinginkan. - Pencarian Informasi
Seseorng yang tergerak oleh stimulus akan berusaha mencari lebih banyak informasi
yang terlibat dalam pencarian akan kebutuhan,pencarian informasi merupakan aktivitas
termotivasi dari pengetahuan yang tersimpan dalam ingatan dan peroleh informasi dari
lingkungan. - Evaluasi Alternatif
Evaluasi Alternatif Merupakan proses dimana suatu alternatif pilihan disesuaikan dan
dipilih untuk memenuhi kebutuhan konsumen. - Kebutuhan pembeli
Keputusan untuk membeli di sini merupakan proses dalam pembelian yang nyata, jadi,
setelah tahap-tahap di muka dilakukan, maka konsumen harus mengambil keputusan
membeli atau tidak, konsumen mungkin juga akan membentuk suatu maksud meembeli
dan cenderung membeli merek yang disukainya. - Perilaku Pasca Pembelian
Setelah pembelian produk terjadi, konsumen akan mengambil suatu tingkat kepuasan
atau tidakpuasan. Kepuasan atau tidakpuasan pembeli terhadap produk akan mempengarui
tingkah laku berikutnya, konsumen yang merasa puas akan memperlihatkan peluang
membeli yang lebih tinggi dalam kesempatan berikutnya
