Citra Merek (Brand Image)


Citra merek atau brand image adalah kesan atau persepsi konsumen terhadap suatu
merek, yang mana informasinya bisa diperoleh dari pengalaman langsung menggunakan
produk dari merek tersebut atau secara tidak langsung melalui mendengar, melihat atau
mempelajarinya. Citra merek juga berkaitan erat dengan reputasi dan kredibiltas suatu
produk, yang nantinya akan dijadikan acuan bagi para konsumen untuk mencoba
menggunakan produk tersebut. Gaya hidup konsumen sekarang lebih cenderung membeli
produk dengan merek yang terkenal, karena adanya asumsi bawah produk dari merek
terkenal memiliki kualitas yang tidak diragukan, murah dicari, sehingga produk dari merek
yang terkenal lebih sering dipilih oleh konsumen dari pada merek yang tidak terkenal.
Untuk mengetahui gambaran yang lebih jelas mengenai citra merek, berikut ini ada
beberapa pandangan dari para ahli mengenai citra merek.
Menurut Kotler & Keller (2016:330), defenisi citra merek adalah: brand image
describes the extrinsic properties of the product or service, including theways in whicthe
attempts to meet coustumer erp psychological or social needs. Yang artinya Brand Image
menggambarkan sifat ekstridisic dari suatu produk atau jasa termasuk cara dimana merek
berusaha memenuhi kebutuhan psikologis atau sosial pelanggan
Sedangkan menurut Bayu Prawiro Ni Nyoman Kerti (2013) citra merek adalah
persepsi dan keyakinan akan banyaknya sekumpulan asosiasi merek yang datang pada
pikiran setiap para konsumen. ( Aaker, dalam Aris Ananda, 2013:69). Terdapat empat
dimensi merek yaitu:

  1. Recognition
    Mencerminkan dikenalnya sebuah merek oleh konsumen berdasarkan past
    exposure recognation berarti konsumen mengingat akan adanya atau mengingat
    keberadaan dari merek tersebut. Recognation ini sejajar dengan Brand awareness. Brand
    awareness diukur dari sejauh mana konsumen akan mengingat suatu merek, tingkatnya
    dimulai dari brandunaware, brand recognition brand recall top of mind dan dominant
    brand.
  2. Reputation
    Reputation ini sejajar dengan perceived quality. Sehingga reputation meletakkan
    status yang cukup tinggi bagi sebuah merek karena dimata konsumen merek atau brand
    memiliki suatu track record yang baik.
  3. Affinity
    Affinity adalah emotional relationship yang timbul antara sebuah merek dan
    konsumennya. Affinity sejajar dengan asosial positif yang membuat seorang konsumen
    menyukai suatu produk atau jasa, pada umumnya asosiasi positif merek ( terutama yang
    membentuk brand image ) menjadi pijakan konsumen dalam keputusan pembelian dan
    loyalitasnya pada merek tersebut.
  4. Domain
    Domain menyangkut seberapa besar scope dari suatru produk yang mau
    mengunakan merek yang bersengkutan. Damain ini mempunyai hubungan yang erat
    dengan scale of scopei.
    Berdasarkan beberapa defenisi dari para ahli diatas maka dapat diartikan bahwa cira
    merek atau brand image merupakan gambaran dari produk atau jasa yang dipegang oleh
    konsumen termasuk gambaran mengenai kemampuan suatu produk dalam memenuhi
    kebutuhan psikologis atau sosial konsumen. Sedangkan berdasarkan dimensi-dimensi citra
    merek diats muka penulis menarik beberapa faktor yang relevan dalam penelitian ini :
  5. Recognition sejajar dengan brand aweraness yaitu seberapa besar suatu merek
    dikenal oleh masing-masing konsumen.
  6. Reputation sejajar dengan perceived quality yaitu seberapa besar konsumen
    menilai dari ukuran suatu produk dan persepsi konsumen terhadap kualitas suatu produk.
  7. Affinity adalah keadaan emosional yang membuat seorang konsumen memiliki
    asosiasi positif terhadap suatu merek