Menurut Kotler dan Amstrong (2019:266) “Mendefinisikan
Produk (product) sebagai segala sesuatu yang dapat ditawarkan
kepada pasar agar menarik perhatian, akuisisi, penggunaan, atau
konsumsi yang dapat memuaskan suatu keinginan atau
kebutuhan”. Yang mana dapat diartikan pula bahwa segala sesuatu
apapun itu yang dapat ditawarkan kepada pasar agar dapat menarik
perhatian bahkan penggunan yang dapat memuakan kebutuhan
atau keinginan dapat diartikan sebagai produk.
Menurut Angipora dalam Abubakar (2018:31-32) “Produk
adalah sesuatu yang dapat ditawarkan pada suatu pasar untuk
mendapatkan perhatian, untuk dimiliki, penggunaan ataupun konsumsi
yang bisa memuaskan keinginan atau kebutuhan”. Jadi konsumen
tidak hanya membeli produk sekedar memenuhi kebutuhan (need)
akan tetapi juga bertujuan memuaskan keinginan (wants). Apabila
seseorang membutuhkan suatu produk, maka terbayang lebih
dahulu ialah manfaat produk, setelah itu baru
mempertimbangkan faktor-faktor lain di luar manfaat. Faktor-
faktor itulah yang membuat konsumen mengambil keputusan
membeli atau tidak, suatu tantangan paling besar dihadapi oleh
setiap perusahaan adalah masalah pengembangan produk.
Pengembangan produk dapat dilakukan oleh personalia dalam
perusahaan dengan cara mengembangkan produk yang sudah
ada. Dan dapat pula menyewa para peneliti guna menciptakan
produk baru dengan model-model yang sesuai. Perusahaan yang
tidak mengadakan atau tidak mampu menciptakan produk baru
akan menghadapi risiko seperti penurunan volume penjualan,
karena munculnya pesaing yang lebih kreatif, adanya perubahan
selera konsumen, munculnya teknologi baru dalam proses produksi.
Maka dari itu perusahaan diharapkan mampu terus
mengembangkan produknya agar dapat terus bersaing dipasaran.
