Menurut Kotler dan Keller (2016:187), ada enam indikator
dalam keputusan pembelian yaitu:
1) Product choice (Pilihan produk)
Menurut Firmansyah (2019:218), Dalam setiap pengambilan
keputusan mengenai pembelian suatu produk, harus
memperhatikan mana kebutuhan yang penting di dahulukan
dan jumlah uang yang kita punyai sesuai dengan pendapatan
Rumah Tangga, juga menetapkan dan menggunakan berbagai
kriteria evaluasi termasuk harga, merek, kualitas dan lain-lain
pada saat membuat keputusan pembelian.
2) Brand choice (Pilihan merek)
Menurut Firmansyah (2019:219), Konsumen memutuskan
merk yang akan diambil. Dengan kondisi produk akan mudah
dikenali jika menggunakan merek atau tanda merek.
3) Dealer choice (Pilihan dealer)
Menurut Firmansyah (2019:220), Konsumen memutuskan
dimana akan membeli. Perusahaan harus berani melakukan
pelebaran bisnis di area baru.
4) Purchase amount (Jumlah pembelian)
Menurut Firmansyah (2019:220), Konsumen memutuskan
jumlah produk yang akan dibeli. Perusahaan harus
mempertimbangkan banyaknya produk tersedia untuk
konsumen sesuai keinginan konsumen yang berbeda-beda.
5) Purchase timing (Waktu pembelian)
Menurut Firmansyah (2019:220), Konsumen memutuskan
kapan harus membeli (kapan uang/kesempatan tersedia).
Perusahaan harus mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi konsumen dalam penentuan waktu pembelian,
yang juga mempengaruhi perusahaan dalam mengatur waktu
produksi, pemesanan, periklanan dan sebagainya.
6) Payment method (Metode pembayaran)
Menurut Firmansyah (2019:221), Konsumen memutuskan
mode pembelanjaan yang disukainya. Perusahaan harus
mengetahui hal ini yang akan mempengaruhi dalam
penawaran pembayaran (diskon untuk tunai, kemudahan
kredit, bunga rendah, dan lain-lain)
