Quality Control Circle disebut juga Gugus Kendali Mutu adalah kelompok
kelompok kecil karyawan (4 s/d 12 orang) yang melakukan kegiatan
pengendalian dan peningkatan mutu, secara teratur, sukarela dan
berkesinambungan dari bidang pekerjaannya dengan menerapkan prinsip-prinsip
dan teknik-teknik pengendalian mutu.
Kaoru Ishikawa, otoritas mutu Jepang yang belakangan mengakui
pengaruh Demming dan Juran atas pemikirannya. Meskipun demikian, Ishikawa
harus diakui kontribusinya. Beliau yang memprakarsai gugus kendali mutu (QCC
= Gugus Kendali Mutu), baik dalam konsep maupun praktek. Beliau juga
mengembangkan “Ishikawa Cause-Effect.”, atau “Fishbone Diagrams”,
dinamakan demikian karena struktural mereka mirip dengan kerangka ikan.
Seperti Deming, Juran dan Feigenbaum, Ishikawa juga menekankan mutu sebagai
“A Way Of Management”.
Menurut pendapat Kaoru Ishikawa, Gugus Kendali Mutu adalah suatu
kelompok kecil untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan kendali mutu secara
sukarela dalam tempat kerja yang sama. Kelompok kecil ini melaksanakan secara
terus-menerus sebagai bagian dari kegiatan-kegiatan pengendalian mutu
perusahaan secara menyeluruh. Pengembangan diri dan pengembangan bersama,
pengendalian dan perbaikan dalam tempat kerja dengan memanfaatkan teknik-
teknik pengendalian dengan partisipasi seluruh anggota. Sehingga pengertian
QCC menurut Kaoru Ishikawa adalah sekelompok karyawan yang terdiri dari
empat sampai dengan dua belas karyawan yang berasal dari tempat atau bidang
pekerjaan yang sama dalam perusahaan yang secara sukarela berkumpul untuk
mengidentifikasi, menganalisis dan memecahkan berbagai permasalahan yang
berkaitan dengan pekerjaan mereka dan menerapkannya dalam kegiatan
operasional perusahaan.
Total Quality Control (Pengendalian Mutu Terpadu) diprakarsai oleh Dr.
J.M. Juran dan Dr. E.W. deming dan dikembangkan di Jepang oleh Kaoru
Ishitawa dengan menerapkan Quality Control Circle (QCC). QCC adalah salah
satu konsep baru untuk meningkatkan mutu dan produktivitas kerja industri / jasa.
Terbukti bahwa salah satu factor keberhasilan industrialisasi di Jepang adalah
penerapan QCC secara efektif. Karena keberhasilan ini, sejumlah negara industri
maju dan sedang berkembang termasuk Indonesia, menerapkan QCC
diperusahaan-perusahaan industri guna meningkatkan mutu, produktivitas dan
daya saing
