Untuk melaksanakan pengendalian kualitas di dalam suatu perusahaan,
manajemen perusahaan perlu menerapkan standar pengendalian kualitas di
semua sektor, hal ini disebabkan oleh faktor yang berpengaruh terhadap
kualitas produk perusahaan yang terdiri dari beberapa macam, misal bahan
bakunya, tenaga kerja, mesin, dan peralatan produksi yang digunakan, dimana
faktor tersebut akan mempunyai pengaruh yang berbeda baik dalam jenis
pengaruh yang ditimbulkan maupun besarnya pengaruh yang ditimbulkan
dengan demikian agar pengendalian kualitas yang dilaksanakan dalam
perusahaan dapat mengenai sasarannya serta meminimalkan biaya
pengendalian kualitas perlu dipilih pendakatan yang tepat bagi perusahaan.
Menurut Ahyari (1990 : 225) pengendalian kualitas dapat dilakukan melaui 3
pendekatan, yaitu :
- Pendekatan bahan baku
Di dalam perusahaan umumnya baik dan buruknya kualitas bahan
baku mempunyai pengaruh cukup besar terhadap kualitas produk akhir,
bahkan beberapa jenis perusahaan pengaruh kualitas bahan baku yang
digunakan untuk pelaksanakan proses produksi sedemikian besar sehingga
kualitas produk akhir hampir seluruhnya ditentukan oleh bahan baku yang
digunakan. Bagi beberapa perusahaan yang memproduksi suatu produk
dimana karakteristik bahan baku akan menjadi sangat penting di dalam
perusahaan tersebut. Dalam pendekatan bahan baku, ada beberapa hal
yang sebaiknya dikerjakan manajemen perusahaan agar bahan baku yang
diterima dapat dijaga kualitasnya, yaitu :
Seleksi Sumber Bahan Baku (Pemasok).
Untuk pengadaan bahan baku umumnya perusahaan
melakukan pemesanan kepada perusahaan lain (sebagai perusahaan
pemasok). Pelaksanakan seleksi sumber bahan baku dapat
dilakukan dengan cara melihat pengalaman hubungan perusahaan
pada waktu yang lalu atau mengadakan evaluasi pada perusahaan
pemasok bahan dengan menggunakan daftar pertanyaan atau dapat
lebih diteliti dengan melakukan penelitian kualitas perusahaan
pemasok.
Pemeriksaaan dokumen pembelian.
Setelah menentukan perusahaan pemasok, hal berikutnya
yang perlu dilaksanakan adalah pemeriksaan dokumen pembelian
yang ada. Oleh karena itu dokumen pembelian nantinya menjadi
referensi dari pembelian yang dilaksanakan tersebut, maka dalam
penyusunan dokumen pembelian perlu dilakukan dengan teliti.
Beberapa hal yang diperiksa meliputi tingkat harga bahan baku,
tingkat kualitas bahan, waktu pengiriman bahan, pemenuhan
spesifikasi bahan.
Pemeriksaan Penerimaan Bahan.
Apabila dokumen pembelian yang disusun cukup lengkap
maka pemeriksaan penerimaan bahan dapat didasarkan pada
dokumen pembelian tersebut. Beberapa permasalahan yang perlu
diketahui dalam hubungannya dengan kegiatan pemeriksaan
bahan baku didalam gudang perusahaan antara lain rencana
pemeriksaan, pemeriksaan dasar, pemeriksaan contoh bahan,
catatan pemeriksaan dan penjagaan gudang. - Pendekatan Proses Produksi
Pada beberapa perusahaaan proses produksi akan lebih banyak
menentukan kualitas produk akhir. Artinya di dalam perusahaan ini
meskipun bahan baku yang digunakan untuk keperluan proses produksi
bukan bahan baku dengan kualitas prima, namun apabila proses produksi
diselenggarakan dengan sebaik baiknya maka dapat diperoleh produk
dengan kualitas yang baik pula. Pengendalian kualitas produk yang
dihasilkan perusahaan tersebut lebih baik bila dilaksanakan dengan
menggunakan pendekatan proses produksi yang disesuaikan dengan
pelaksanaan proses produksi di dalam perusahaan. Pada umumnya
pelaksanaan pengendalian kualitas proses produksi di dalam perusahaan
dipisahkan menjadi 3 tahap :
a. Tahap Persiapan.
Pada tahap ini akan dipersiapkan segala sesuatu yang
berhubungan dengan pelaksanaan pengendalian proses tersebut.
Kapan pemeriksaan dilaksanakan, berapa kali pemeriksaan proses
produksi dilakukan pada umumnya akan ditentukan pada tahap ini.
b. Tahap Pengendalian Proses.
Dalam tahap ini, upaya yang dilakukan adalah mencegah
agar jangan sampai terjadi kesalahan proses yang mengakibatkan
terjadinya penurunan kualitas produk. Apabila terjadi kesalahan
proses produksi maka secepat mungkin kesalahan tersebut
diperbaiki sehingga tidak mengakibatkan kerugian yang lebih
besar atau barang dalam proses tersebut dikeluarkan dari proses
produksi dan diperlukan sebagai produk yang gagal.
c. Tahap Pemeriksaaan Akhir.
Pada tahap ini merupakan pemeriksaan yang terakhir dari
produk yang ada dalam proses produksi sebelum dimasukkan ke
gudang barang jadi atau dilempar ke pasar melalui distributor
produk perusahaan. - Pendekatan Produk Akhir.
Pendekatan produk akhir merupakan upaya perusahaan untuk
mempertahankan kualitas produk yang dihasilkannya dengan melihat
produk akhir yang menjadi hasil dari perusahaan tersebut. Dalam
pendekatan ini perlu dibicarakan langkah yang diambil untuk dapat
mempertahankan produk sesuai dengan standar kualitas yang berlaku.
Pelaksanaan pengendalian kualitas dengan pendekatan produk akhir dapat
dilakukan dengan cara memeriksa seluruh produk akhir yang akan
dikirimkan kepada para distributor atau toko pengecer. Dengan demikian
apabila ada produk yang cacat atau mempunyai kualitas dibawah standar
yang ditetapkan maka perusahaan dapat memisahkan produk ini dan tidak
ikut dikirimkan kepada para konsumen.
Untuk masalah kerusakan produk perusahaan harus mengambil
tindakan yang tepat bagi peningkatan kualitas produk akhir serta
kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Oleh sebab itu perusahaan harus
mengumpulkan informasi tentang berbagai macam keluhan konsumen.
Kemudian diadakan analisa tentang berbagai kelemahan dan kekurangan
produk perusahaan sehingga untuk proses berikutnya kualitas produk
dapat lebih dipertanggung jawabkan.
