Faktor-faktor Pengendalian Kualitas


Menurut Douglas C. Montgomery (2001:26) dan berdasarkan beberapa
literatur lain menyebutkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pengendalian
kualitas yang dilakukan perusahaan adalah:

  1. Kemampuan proses
    Batas-batas yang ingin dicapai haruslah disesuaikan dengan kemampuan
    proses yang ada. Tidak ada gunanya mengendalikan suatu proses dalam
    batas-batas yang melebihi kemampuan atau kesanggupan proses yang ada.
  2. Spesifikasi yang berlaku
    Spesifikasi hasil produksi yang ingin dicapai harus dapat berlaku, bila
    ditinjau dari segi kemampuan proses dan keinginan atau kebutuhan konsumen
    yang ingin dicapai dari hasil produksi tersebut. Dalam hal ini haruslah dapat
    dipastikan dahulu apakah spesifikasi tersebut dapat berlaku dari kedua segi
    yang telah disebutkan di atas sebelum pengendalian kualitas pada proses
    dapat dimulai.
  3. Tingkat ketidaksesuaian yang dapat diterima
    Tujuan dilakukan pengendalian suatu proses adalah dapat mengurangi produk
    yang berada di bawah standar seminimal mungkin. Tingkat pengendalian
    yang diberlakukan tergantung pada banyaknya produk yang berada di bawah
    standar yang dapat diterima.
  4. Biaya kualitas
    Biaya kualitas sangat mempengaruhi tingkat pengendalian kualitas dalam
    menghasilkan produk dimana biaya kualitas mempunyai hubungan yang
    positif dengan terciptanya produk yang berkualitas.
    a. Biaya Pencegahan (Prevention Cost)
    Biaya ini merupakan biaya yang terjadi untuk mencegah terjadinya
    kerusakan produk yang dihasilkan.
    b. Biaya Deteksi / Penilaian (Detection / Appraisal Cost)
    Adalah biaya yang timbul untuk menentukan apakah produk atau jasa
    yang dihasilkan telah sesuai dengan persyaratan-persyaratan kualitas
    sehingga dapat menghindari kesalahan dan kerusakan sepanjang proses
    produksi.
    c. Biaya Kegagalan Internal (Internal Failure Cost)
    Merupakan biaya yang terjadi karena adanya ketidaksesuaian dengan
    persyaratan dan terdeteksi sebelum barang atau jasa tersebut dikirim ke
    pihak luar (pelanggan atau konsumen).
    d. Biaya Kegagalan Eksternal (Eksternal Failure Cost)
    Merupakan biaya yang terjadi karena produk atau jasa tidak sesuai dengan
    persyaratan-persyaratan yang diketahui setelah produk tersebut dikirimkan
    kepada para pelanggan atau konsumen.