Faktor dan pembentuk Citra Merek atau Brand Image


(Keller, 2013, p. 78) menyatakan bahwa pengukur Citra
Merek atau Brand Image dapat dilakukan berdasarkan pada
aspek sebuah merek yaitu:
1) Kekuatan (Strengthness)
Kekuatan dalam hal ini berkaitan dengan seberapa
kuat hubungan yang dapat diciptakan oleh merek dengan
pelanggan. Biasanya pengukuran kekuatan ini bisa
didapatkan melalui pengalaman secara langsung yang
berkaitan dengan harga, kualitas dari produk, rekomendasi,
perorangan, iklan/promosi dan lain sebagainya. Yang
terdapat didalam kelompok kekuatan (Strength) ini adalah
penampilan fisik suatu produk, kegunaan/fungsi dari
produk itu sendiri, harga produk, maupun penampilan
fasillitas pendukung dari produk tersebut.
2) Keunikan (Uniqueness)
Keunikan adalah kemampuan untuk membedakan
satu merek dengan merek yang lain. Kesan untuk ini
muncul dari atribut suatu produk, yang berarti ada
perbedaan antara suatu produk dengan produk
kompetitornya. Perusahaan harus dapat membuat produk
mereka unik dan beda dengan produk pesaing. Yang masuk
kedalam kelompok unik ini adalah dari hal yang sangat
berbeda dari produk lain yaitu yang berbeda secara
dominan dari produk pesaingnya yaitu berbagai variasi
dalam pelayanan, dengan berbagai tingkatan harga,
penampilan dari produk itu sendiri seperti fitur produk dan
produk yang tersedia.
3) Kesukaan (Favorable)
Favorable mengarah pada kemampuan merek
tersebut untuk mudah diingat oleh pelanggan. Yang
termasuk kedalam kelompok favorable ini antara lain:
bagaimana suatu nama atau merek itu dapat atau dengan
mudah diucapkan oleh pelanggan, dan bagaimana merek
tersebut dapat sesuai seperti kesan yang ada pada benak
pelanggan dengan citra yang diharapkan perusahaan
terhadap merek tersebut