Dimensi Kualitas Produk


Kualitas suatu produk baik berupa barang maupun jasa perlu ditentukan dimensi-
dimensinya. Apabila perusahaan ingin mempertahankan keunggulan kompetitifnya dalam
pasar, perusahaan harus mengerti aspek dimensi apa saja yang digunakan oleh konsumen
untuk membedakan produk yang dijual perusahaan tersebut dengan produk pesaing. Menurut
Lupiyoadi dan Hamdani (2017:176), dimensi kualitas produk adalah sebagai berikut:

  1. Kinerja (Performance)
    Kinerja disini merujuk pada karakter produk inti yang meliputi merek, atribut-atribut
    yang dapat diukur, dan aspek-aspek kinerja individu. Kinerja beberapa produk
    biasanya didasari oleh preferensi subjektif pelanggan yang pada dasarnya bersifat
    umum.
  2. Keragaman Produk (Features)
    Dapat berbentuk produk tambahan dari suatu produk inti yang dapat menambah nilai
    suatu produk. Keragaman produk biasanya diukur secara subjektif oleh masing –
    masing individu (dalam hal ini konsumen) yang menjukkan adanya perbedaan
    kualitas suatu produk.
  3. Keandalan (Reliability)
    Dimensi ini berkaitan dengan timbulnya kemungkinan suatu produk mengalami
    keadaan tidak berfungsi (malfunction) pada suatu periode. Keandalan suatu produk
    yang menendakan tingkat kualitas sangat berarti bagi konsumen dalam memilih
    produk.
  4. Kesesuaian (Conformance)
    Dimensi lain yang berhubungan dengan kualitas suatu produk adalah kesesuaian
    produk dengan standar dalam industrinya. Kesesuaian suatu produk dalam industri
    jasa diukur dari tingkat akurasi dan waktu penyelesaian termasuk juga perhitungan
    kesalahan yang terjadi, keterlambatan yang tidak dapat diantisipasi dan beberapa
    kesalahan lain.
  5. Ketahanan atau Daya Tahan (Durability)
    Ukuran ketahanan suatu produk meliputi segi ekonomis maupun teknis. Secara teknis,
    ketahan suatu produk didefinisikan sebagai sejumlah kegunaan yang diperoleh
    seseorang sebelum mengalami penurunan kualitas. Secara ekonomis, ketahanan
    diartikan sebagai usia ekonomis suatu produk dilihat dari jumlah kegunaan yang
    diperoleh sebelum terjadi kerusakan dan keputusan untuk mengganti produk.
  6. Kemampuan Pelayanan (Servicebility)
    Kemampuan pelayanan bisa juga disebut dengan kecepatan, kompetensi, kegunaan
    dan kemudahan produk untuk diperbaiki. Dimensi ini menunjukkan bahwa konsumen
    tidak hanya memerhatikan adanya penurunan kualitas produk tetapi juga waktu
    sebelum produk disimpan, penjadwalan, pelayanan, proses komunikasi dengan staf,
    frekuensi pelayanan perbaikan akan kerusakan produk, dan pelayanan lainnya.
  7. Estetika (Aesthetics)
    Estetika merupakan dimensi pengukuran yang paling subjektif. Estetika suatu produk
    dilihat dari bagaimana suatu produk terdengar oleh konsumen, bagaimana penampilan
    luar suatu produk, rasa maupun bau. Dengan demikian, estetika jelas merupakan
    penilaian dan refleksi yang dirasakan oleh konsumen.
  8. Kualitas yang dipersepsikan (Perceived Quality)
    Konsumen tidak selalu memiliki informasi yang lengkap mengenai atribut – atribut
    produk. Namun umumnya konsumen memiliki informasi tentang produk secara tidak
    langsung, misalnya melalui merek, nama dan negara produsen.
    Sedangkan Menurut Riyono (2017) dimensi kualitas produk adalah sebagai berikut:
  9. Performance (kinerja), berhubungan dengan karakteristik operasi dasar dari sebuah
    produk.
  10. Durability (daya tahan), yang berarti berapa lama atau umur produk yang
    bersangkutan bertahan sebelum produk tersebut harus diganti. Semakin besar
    frekuensi pemakaian konsumen terhadap produk maka semakin besar pula daya
    tahan produk.
  11. Conformance to Specifications (kesesuaian dengan spesifikasi), yaitu sejauh mana
    karakteristik operasi dasar dari sebuah produk memenuhi spesifikasi tertentu dari
    konsumen atau tidak ditemukannya cacat pada produk.
  12. Features (fitur), adalah karakteristik produk yang dirancang untuk menyempurnakan
    fungsi produk atau menambah ketertarikan konsumen terhadap produk.
  13. Reliabilty (reliabilitas), adalah probabilitas bahwa produk akan bekerja dengan
    memuaskan atau tidak dalam periode waktu tertentu. Semakin kecil kemungkinan
    terjadinya kerusakan maka produk tersebut dapat diandalkan.
  14. Aesthetics (estetika), berhubungan dengan bagaimana penampilan produk bisa dilihat
    dari tampak, rasa, bau, dan bentuk dari produk.
  15. Perceived Quality (kesan kualitas), sering dibilang merupakan hasil dari penggunaan
    pengukuran yang dilakukan secara tidak langsung karena terdapat kemungkinan
    bahwa konsumen tidak mengerti atau kekurangan informasi atas produk yang
    bersangkutan