Kekuatan Asosiasi Merek


Menurut Keller (2013), kekuatan asosiasi merek
berpatokan pada informasi yang diberikan oleh sebuah
produk ke dalam pikiran konsumen. Informasi tersebut
kemudian diatur oleh ingatan konsumen. Proses berpikir
oleh konsumen mengenai produk dari sebuah merek
dilakukan secara aktif agar menciptakan asosiasi merek,
sehingga asosiasi terhadap produk tersebut akan
tertanam di dalam benak dan pikiran konsumen.
Konsumen memiliki cara yang berbeda dalam
menilai dan menginterpretasikan sebuah merek,
sehingga perbedaan tersebut membuat perilaku
konsumen berbeda. Proses menilai dan
menginterpretasikan sebuah merek bergantung pada
kondisi fisik dan kondisi lingkungan. Konsumen yang
telah melakukan proses pembelian merek secara
berulang akan berbeda dengan konsumen yang pemula.
Proses menilai informasi yang terdapat pada merek juga
akan membedakan pola berpikir konsumen.