Pengertian Citra Merek


Citra merek atau brand image dapat dilihat dari penjelasan-penjelasan di
bawah ini;
Philip Kotler & Keller (2007:346) mengemukakan bahwa, brand
awareness adalah kemampuan konsumen untuk mengidentifikasi merek dalam
kondisi yang berbeda. Dan brand image adalah persepsi dan keyakinan yang
dilakukan oleh konsumen, seperti yang tercermin dalam teori konsumen.
Kotler dan Amstrong (2008:114) mengemukakan citra merek, “the set of
belief held about a particular brand is kown as brand image”. Artinya
sekumpulan keyakinan terhadap suatu merek disebut citra merek.
Brand image dianggap sebagai asosiasi sebuah produk ketika didengar
oleh konsumen. Pembelian oleh konsumen disebabkan karena terjadi suatu
penilaian yang objektif atau karena dorongan emosi yang mendorong keputusan
untuk bertindak, dan keputusan pembelian dipengaruhi oleh kondisi psikologi
konsumen yang akan menentukan mereknya.
Keller (2007:70) mengemukakan pengertian citra merek, “A possitive
brand image is a created by marketing program that link strong, favourable,
uniquess association to the brand image in memory”. Artinya sebuah citra merek
yang positif diciptakan dari program pemasaran yang memiliki jaringan yang
kuat, manfaat, asosiasi keunikan terhadap kenangan mengenai citra merek.
Kevin Keller (2007:72) mengemukakan dimensi citra merek,

  1. Strenght of Brand Association yang merupakan fungsi dari jumlah atau
    kuantitas, dari pengolahan informasi seperti halnya dalam menerima
    kealamian atau mutu, dalam pengolahan itu. Semakin seseorang memikirkan
    informasi produk dan menghubungkannya dengan pengetahuan merek yang
    ada, maka lebih kuat dapat mengahsilkan assosiasi merek.
  2. Favourability of Brand Association merupakan memilih assosiasi yang unik
    dengan yang menguntungkan untuk menghubungkan kepada merek
    memerlukan analisa yang seksama dari konsumen dan kompetisi untuk
    menentukan yang optimal dalam memposisikan merek. Pengertian yang
    paling dasar, asosiasi merek yang baik diciptakan dengan menyakinkan
    konsumen bahwa merek yang baik diciptakan dengan meyakinkan konsumen
    bahwa merek memiliki kesesuaian atribut dan cukup bermanfaat bagi mereka
    yang butuh dan ingin, kemudian mereka membentuk keseluruhan pendapatan
    positif tentang merek.
  3. Uniqueness of Brand Association merupakan merek mempunyai suatu
    keuntungan atau rancangan penjualan yang unik dan itu memberikan
    konsumen suatu alasan mengapa mereka perlu membeli merek tertentu