Indikator Motivasi


Motivasi sering kali digunakan untuk membantu karyawan
untuk tetap semangat dalam mencapai tujuan bersama, menurut
George dan Jones (dalam Dharmayanti 2015) mengemukakan
bahwa ada 3 indikator motivasi kerja:

  1. Arah perilaku
    Yaitu kemampuan karyawan yang memilih untuk paham
    akan pilihannya dalam mengambil pekerjaan yang dipilih,
    dengan perilaku yang baik akan menunjukkan bahwa
    karyawan tersebut termotivasi dalam bekerja
  2. Tingkat usaha
    Yaitu melihat seberapa besar usaha karyawan dalam bekerja
    di bidang yang dipilihnya, motivasi dapat membantu
    karyawan untuk mau bekerja keras untuk perusahaan dengan
    senang hati.
  3. Tingkat kegigihan
    Yaitu mengacu pada perilaku karyawan yang tetap ingin
    bekerja walaupun dalam bekerja memiliki yang namanya
    masalah, rintangan, dan halangan, kegigihan yang tinggi
    menunjukkan bahwa karyawan memiliki motivasi yang
    tinggi juga.
    Menurut Mc Clelland dalam Hasibuan (2016:95) mengemukakan
    bahwa motivasi kerja karyawan tercipta karena adanya tindakan akan
    perilaku seseorang untuk mencapai tujuan tertentu, dari faktor di atas
    dapat terciptanya indikator untuk mengetahui tingkat motivasi kerja :
  4. Kebutuhan untuk berprestasi
    a. Adanya tanggung jawab pribadi dalam pengambilan
    keputusan
    b. Antusias perprestasi tinggi
    c. Konsisten untuk mengerjakan tugas dengan
    keputusan yang telah disepakati
  5. Kebutuhan untuk berafiliasi
    a. Adanya keinginan untuk bekerja dengan rang lain
    b. Keinginan megambil risiko
    c. Keinginan bekerja lebih baik dari orang lain
  6. Kebutuhan untuk berkuasa
    a. Komunikasi kepada sesama karyawan
    b. Menjadi pemimpin terhadap bawahannya
    c. Memiliki kerja sama antar karyawan