Adapun indikator Work-Life Balance yaitu :
- Time Balance (Keseimbangan Waktu)
Keseimbangan waktu ini merujuk pada keseimbangan antara
waktu yang dihabiskan untuk pekerjaan dan waktu yang dihabiskan
untuk kehidupan pribadi dan keluarga. Hal ini berarti seseorang atau
karyawan mampu mengalokasikan waktu yang memadai untuk
kehidupannya. - Involment Balance (Keseimbangan Keterlibatan)
Keseimbangan keterlibatan mengacu pada tingkat keterlibatan
psikologis atau komitmen seseorang dalam pekerjaan dan kehidupan
pribadinya. Ini mencakup bagaimana seseorang dapat mengelola stress
dan keterlibatan emosional dalam kedua aspek tersebut. Keseimbangan
ini penting supaya seseorang atau karyawan tidak terlalu terlibat dalam
pekerjaan sehingga keluarganya dan kehidupan pribadinya diabaikan
ataupun sebaliknya. - Satisfaction Balance (Keseimbangan Kepuasan)
Keseimbangan kepuasan merujuk pada tingkat kepuasan yang
dirasakan sesorang atau karyawan dalam pekerjaan dan kehidupan
pribadinya. Keseimbangan ini membantu memastikan bahwa seseorang
merasa terpenuhi dalam keterlibatannya di tempat kerja dan kehidupan
pribadinya
