Loyalitas menurut kamus besar bahasa Indonesia artinya adalah patuh
atau setia. Menurut Agustian (2001) loyalitas adalah kesetiaan pada prinsip
yang dianut. Menurut Dessler (2000) loyalitas karyawan merupakan sikap
emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Kemudian
Hasibuan (2007) mengemukakan bahwa loyalitas karyawan adalah kesetiaan
yang dicerminkan oleh kesediaan karyawan menjaga dan membela
organisasi di dalam maupun di luar pekerjaan dari rongrongan orang yang
tidak bertanggungjawab. Selanjutnya Loyalitas menurut Hermawan (dalam
Prayanto, 2008) merupakan manifestasi dari kebutuhan fundamental
manusia untuk memiliki, men-support, mendapatkan rasa aman dan
membangun keterikatan Emotional Attachment.
Loyalitas berdasarkan Encyclopedia Britanica dalam www.wikipedia.org
menyebutkan; “Loyalty is general term, signifies a person, devotion or
sentiment of attachment to particular object, which may be another person,
an ideal, a duty or cause”. (Loyalitas adalah kesetiaan seseorang atau
perasaan kasih sayang pada suatu objek penting yang dapat berupa
seseorang, sekelompok orang, cita-cita, tugas atau alasan tertentu.
Menurut Drever (1988) menyatakan bahwa; “Loyalty is an attitude or
sentiment of devoition a person, group, symbol, duty or cause araising out of,
or as modification, or a love sentiment but also involving a personal
identification with the object in question”. (Loyalitas adalah sikap atau
perasaan kesetiaan kepada seseorang, group, simbol, kewajiban, atau
sebab yang timbul dari perubahan dan perasaan cinta, juga mencakup
identifikasi personal dengan objek yang dibicarakan.
Menurut Sudimin (2003) loyalitas berarti kesediaan karyawan dengan
seluruh kemampuan, keterampilan, pikiran dan waktu untuk ikut serta
mencapai tujuan perusahaan dan menyimpan rahasia perusahaan serta
tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan perusahaan selama
orang itu masih berstatus sebagai karyawan. Kecuali menyimpan rahasia,
hal-hal itu hanya dapat dilakukan ketika karyawan masih terikat hubungan
kerja dengan perusahaan tempatnya bekerja.
Menurut Poerwopoespito (2000) mengemukakan bahwa loyalitas
kepada pekerjaan tercermin pada sikap karyawan yang mencurahkan
kemampuan dan keahlian yang dimiliki, melaksanakan tugas dengan
tanggung jawab, jujur dalam bekerja, hubungan kerja yang baik dengan
atasan, kerja sama yang baik dengan rekan kerja, disiplin, menjaga citra
perusahaan dan adanya kesetiaan untuk bekerja dalam waktu yang lebih
panjang.
Robbin dan Coulter (2007) berpendapat bahwa loyalitas adalah
kesediaan untuk melindungi dan menyelamatkan fisik dan perasaan
seseorang. Hal ini sejalan dengan yang definisi loyalitas yang diberikan oleh
Siswanto (2005) loyalitas adalah tekad dan kesanggupan menaati,
melaksanakan, dan mengamalkan sesuatu yang ditaati dengan penuh
kesadaran dan tanggung jawab. Tekad dan kesanggupan tersebut harus
dibuktikan dengan sikap dan perilaku karyawan yang bersangkutan dalam
kegiatan sehari-hari serta melaksanakan tugas dan pekerjaan yang diberikan
kepadanya. Definisi ini juga di sampaikan oleh Saydam (2000).
Selaras dengan pendapat yang diberikan oleh Siswanto tersebut, Jusuf
(2010) berpendapat bahwa loyalitas merupakan suatu sikap yang timbul
sebagai akibat keinginan untuk setia dan berbakti baik itu pada
pekerjaannya, kelompok, atasan, maupun pada tempat kerjanya yang
menyebabkan seseorang rela berkorban demi memuaskan pihak lain atau
masyarakat.
Hal lain disampaikan oleh Steers & Porter (1983) yang berpendapat
bahwa pertama, loyalitas kepada perusahaan sebagai sikap, yaitu sejauh
mana seseorang karyawan mengidentifikasi tempat kerjanya yang ditujukan
dengan keinginan untuk bekerja dan berusaha sebaik-baiknya dan kedua,
loyalitas terhadap perusahaan sebagai perilaku, yaitu proses dimana
seseorang karyawan mengambil keputusan pasti untuk tidak keluar dari
perusahaan apabila tidak membuat kesalahan yang ekstrim
