Teori stakeholder menyatakan bahwa perusahaan bukanlah entitas yang hanya
beroperasi untuk kepentingan sendiri, namun harus memberikan manfaat bagi
para stakeholder-nya. Dengan demikian, keberadaan suatu perusahaan sangat
dipengaruhi dukungan yang diberikan oleh stakeholder kepada perusahaan
tersebut (Ghozali dan Chariri, 2008).
Clarkson dkk (2008) mendifinisikan stakeholder menjadi stakeholder
primer dan stakeholder sekunder. Stakeholder primer merupakan pihak dimana
tanpa partisipasinya secara berkelanjutan organisasi tidak dapat bertahan. Contoh
dari stakeholder primer yaitu investor, pekerja, pelanggan dan pemasok.
Sedangkan stakeholder sekunder didefinisikan sebagai pihak yang mempengaruhi
atau dipengaruhi oleh perusahaan, tetapi mereka tidak terlibat dalam transaksi
dengan perusahaan dan tidak begitu berarti untuk kelangsungan hidup perusahaan.
Contoh dari stakeholder sekunder yaitu pemerintah dan media massa.
Keberhasilan perusahaan tergantung dari usaha perusahaan yang
ditentukan oleh manajemen perusahaan yang berhasil dalam membina hubungan
baik dengan para stakehoder. Perusahaan menganggap bahwa peran para
stakeholder sangat berpengaruh bagi perusahaan sehingga dapat mempengaruhi
dan menjadi pertimbangan dalam mengungkapkan suatu informasi dalam laporan
keuangan mereka. Stakeholder pada dasarnya dapat mempengaruhi pemakaian
berbagai sumber ekonomi yang digunakan dalam aktivitas perusahaan (Nuraini,
2010). Oleh karena itu, stakeholder theory umumnya berkaitan dengan cara-cara
yang digunakan perusahaan untuk mengendalikan pengaruh stakeholder
