Menurut Kanungo (1982) terdapat 2 (dua) faktor yang
mempengaruhi keterlibatan kerja, yaitu :
1) Faktor personal, terdapat 2 (dua) faktor yang
mempengaruhi keterlibatan kerja yaitu :
- Faktor demografis yang meliputi :
a) Usia
Karyawan yang memiliki usia lebih tua
cenderung lebih puas terhadap pekerjaan yang
dilakukan serta memiliki keterlibatan kerja yang
tinggi, sedangkan karyawan yang lebih muda
biasanya kurang tertarik dan kurang puas terhadap
pekerjaan yang dilakukan karena merasa cepat
bosan dengan pekerjaan atau merasa bahwa gaji
yang diterima tidak sebanding dengan pekerjaan
yang dilakukan.
b) Pendidikan
Organisasi selalu membutuhkan karyawan
yang memiliki latar belakang pendidikan yang
tinggi, biasanya organisasi melihat latar belakang
pendidikan yang ingin melamar kerja terlebih
dahulu. Karyawan yang memiliki latar belakang
pendidikan yang baik biasanya lebih diutamakan
dalam melakukan pekerjaan.
c) Jenis kelamin
Karyawan perempuan biasanya dipandang
sebagai perempuan yang mudah lemah dan tidak
bisa melakukan pekerjaan yang berat, sehingga
karyawan laki-laki cenderung diberi beban
pekerjaan lebih banyak karena dianggap dapat
menyelesaikan segala pekerjaan.
d) Jabatan
Suatu organisasi sudah semestinya terdapat
tingkat jabatan di dalamnya. Tingkat jabatan yang
lebih tinggi biasanya memiliki gambaran pekerjaan
yang lebih berat dan lebih berkontribusi di dalam
organisasi, serta memiliki keberanian untuk
menyatakan pendapat. Sebaliknya, jabatan yang
lebih rendah biasanya kurang memberikan
kontribusi yang lebih di dalam organisasi. Hal
tersebut terlihat bahwa semakin tinggi jabatan
maka keterlibatan pekerjaan pun akan meningkat.
e) Senioritas
Senioritas merupakan suatu hal negatif yang
berada di dalam organisasi, biasanya senioritas di
dalam organisasi karena sudah lamanya karyawan
yang berada di organisasi, tidak terpengaruh oleh
umur ataupun pengalaman yang dimiliki.
Karyawan senior biasanya memiliki keterlibatan
kerja yang tinggi karena ingin dilihat oleh atasan
bahwa ia terlihat lebih bekerja keras daripada
karyawan junior, sehingga keterlibatan kerja yang
dimiliki karyawan junor lebih rendah. - Faktor psikologis yang meliputi :
a) Nilai-nilai pribadi individu
Nilai merupakan suatu keyakinan yang dimiliki
seseorang terhadap suatu pandangan, setiap
individu memiliki nilai masing-masing dalam
menilai suatu hal. Jika karyawan memiliki
nilai-nilai pribadi yang sama dengan organisasi,
maka karyawan akan merasa sejalan dengan
perusahaan.
b) Locus of Control
Locus of Control merupakan suatu
kepercayaan yang dimiliki seseorang bahwa suatu
keberhasilan atau kegagalan dapat dikendalikan
dari faktor internal ataupun eksternal. Jika faktor
internal atau eksternal dalam diri karyawan positif
maka akan menimbulkan perilaku yang positif juga.
c) Kepuasan terhadap hasil kerja
Karyawan dalam bekerja memiliki penilaian
kepuasan masing-masing, jika karyawan telah
melibatkan dirinya secara maksimal dan mampu
mencapai hasil yang baik maka kepuasan dalam
diri karyawan meningkat. Hal tersebut
menunjukkan semakin karyawan melibatkan
dirinya dan memberikan hasil yang baik, maka
kepuasan dalam dirinya akan meningkat.
d) Absensi
Karyawan yang memiliki keterlibatan kerja
yang tinggi, biasanya senang menghabiskan
waktunya untuk melakukan pekerjaan, maka
karyawan memiliki tingkat absensi yang rendah.
e) Itensi Turnover
Karyawan akan benar-benar peduli dengan
pekerjaan yang ia laukan, dan memikirkan
perusahaan dengan baik. Karyawan yang memiliki
keterlibatan kerja yang tinggi memiliki rasa bangga
terhadap pekerjaan yang ia lakukan, sehingga
muncul perasaan tidak ingin meninggalkan
organisasi ataupun memilih bekerja di organisasi
lain.
2) Faktor situasional :
a) Jenis pekerjaan
Jika karyawan mendapat pekerjaan yang sesuai
dengan kemampuan yang dimiliki, maka karyawan
akan selalu memberikan usaha-usaha yang terbaik
untuk perusahaan. Hal tersebut menunjukkan
bahwa karyawan merasa senang terlibat dalam
pekerjaan di dalam organisasinya.
b) Organisasi
Karyawan yang memliki hubungan baik
dengan organisasi serta selalu diberikan dukungan
oleh organisasi saat melakukan pekerjaannya, akan
menimbulkan perasaan senang dalam dirinya.
Maka hal tersebut dapat meningkatkan semangat
untuk terlibat dalam organisasi.
c) Gaji
Karyawan yang telah terlibat di dalam
organisasi dan mendapatkan gaji yang sesuai
dengan pekerjaannya, akan menimbulkan rasa
senang di dalam diri karyawan. Maka hal tersebut
menunjukkan bahwa adanya pemberian gaji yang
sesuai akan meningkatkan keterlibatan kerja.
d) Rasa aman
Karyawan yang telah merasa nyaman dengan
organisasi tempat ia bekerja, maka karyawan tidak
ada pikiran ingin keluar dari organisasi atau bekerja
di organisasi lain. Hal tersebut dapat menciptakan
semangat dalam diri karyawan untuk melakukan
pekerjaan
