Dimensi Kepercayaan


Menurut Mayer et al. (1995) faktor yang membentuk kepercayaan seseorang
terhadap yang lain ada tiga yaitu kemampuan (ability), kebaikan hati
(benevolence), dan integritas (integrity). Ketiga faktor tersebut dapat dijelaskan
sebagai berikut:

  1. Kemampuan (Ability)
    Kemampuan mengacu pada kompetensi dan karakteristik penjual/ organisasi
    dalam mempengaruhi dan mengotorisasi wilayah yang spesifik. Dalam hal ini,
    bagaimana penjual mampu menyediakan, melayani, sampai mengamankan
    transaksi dari gangguan pihak lain. Artinya bahwa konsumen memperoleh
    jaminan kepuasan dan keamanan dari penjual dalam melakukan transaksi. Kim et
    al. (2003) menyatakan bahwa ability meliputi kompetensi, pengalaman,
    pengesahan institusional dan kemampuam dalam ilmu pengetahuan.
  2. Kebaikan hati (Benevolence)
    Kebaikan hati merupakan kemauan penjual dalam memberikan kepuasan yang
    saling menguntungkan antara dirinya dengan konsumen. Profit yang diperoleh
    penjual dapat dimaksimumkan, tetapi kepuasan konsumen juga tinggi. Penjual
    bukan semata-mata mengejar profit maksimum semata, melainkan juga memiliki
    perhatian yang besar dalam mewujudkan kepuasan konsumen. Menurut Kim et al.
    (2003), benevolence meliputi perhatian, empati, keyakinan, dan daya terima.
  3. Integritas (Integrity)
    Integritas berkaitan dengan bagaimana perilaku atau kebiasaan penjual dalam
    menjalankan bisnisnya. Informasi yang diberikan kepada konsumen apakah benar
    sesuai dengan fakta atau tidak. Kualitas produk yang dijual apakah dapat
    dipercaya atau tidak. Kim et al. (2003) mengemukakan bahwa integrity dapat
    dilihat dari sudut kewajaran (fairness), pemenuhan (fulfillment), kesetiaan
    (loyalty), keterus-terangan (honestly), keterkaitan (dependability), dan kehandalan
    (reliabilty)