Menurut Alma (2020:104) sebelum melakukan pembelian, konsumen
akan melalui beberapa tahapan, yaitu:
a. Pengenalan Masalah atau Kebutuhan
Konsumen berupaya untuk mengidentifikasi kebutuhan dan
keinginan yang masih belum terpenuhi dan tidak terpuaskan. Dengan
menyadari kebutuhan tersebut, konsumen dapat memahami bahwa ada
kebutuhan yang harus dipenuhi segera dan ada juga yang bisa
ditangguhkan. Kebutuhan muncul baik dari dalam diri individu sebagai
konsumen maupun dari lingkungan sekitarnya.
b. Mencari Informasi
Seseorang akan mencari tahu terlebih dahulu informasi mengenai
produknya seperti: ingin membeli produk apa, produk yang bagaimana,
dimana tempat membelinya, dan sebagainya. Untuk mencari informasi
tersebut seseorang bisa menemukannya dari beberapa sumber yaitu:
sumber pribadi yang meliputi sumber yang berasal dari lingkungan
sekitar seperti keluarga, teman dan tetangga, sumber komersial
mencakup iklan, tenaga penjual dan melihat display, sumber publik
meliputi media masa atau pers, TV dan radio. Dan juga pengalaman
masa lalu atau produk tersebut sudah digunakan sebelumnya.
c. Evaluasi Alternatif
Dalam tahap ini, evaluasi tiap konsumen akan berbeda-beda
tergantung pada pemilihan atribut produk, apakah cocok atau tidak
dengan harapan konsumen. Serta tiap konsumen berbeda tingkat
kebutuhannya, ada konsumen yang memiliki kebutuhan yang sangat
mendesak, ada pula yang tidak terlalu mendesak, dengan kata lain
masih dapat ditunda dilain hari. Lalu ada juga faktor merek yang dapat
membuat konsumen memutuskan alternatif, ada konsumen yang
fanatic kepada sebuah merek, hal ini akan membuat konsumen tersebut
sulit untuk berpindah ke merek lainnya. Hasilnya pertimbangan dari
konsumen adalah kepuasan penuh akan alternatif yang diambil seperti:
iklan di sosial media yang dinilai adalah gambar, warna dan harga.
Sedangkan restoran yang dinilai adalah kebersihan, makanan, lokasi,
kenyamanan dan harga.
d. Keputusan Pembelian
Pada tahap ini, konsumen harus mengambil keputusan setelah
beberapa tahapan sebelumnya. Apabila terjadi keputusan pembelian,
maka kumpulan keputusan termasuk jenis produk, kualitas, waktu,
harga, cara membayar, dan sebagainya. Terkadang dalam pengambilan
keputusan ada pihak-pihak yang memberi dorongan terakhir, hal ini
akan membuat adanya pertimbangan lagi dan dapat mengubah
keputusan awal secara singkat.
e. Perilaku Pasca Pembelian
Perilaku pasca pembelian adalah pengalaman konsumen setelah
pembelian atau mengkonsumsi produk. Hal ini akan mencakup apakah
konsumen senang atau kecewa, hal ini tergantung dari ekspektasi
konsumen terhadap produk dengan kenyataan yang ditemui. Jika
ekspektasi jauh dari kenyataan, maka konsumen akan kecewa, jika
sesuai dengan ekspektasi, berarti konsumen puas dan jika lebih baik
dari ekspektasi yang dipikirkan maka konsumen akan sangat senang.
Pada umumnya, ekspektasi konsumen akan meningkat apabila
mengetahui ulasan produk ataupun cerita pengalaman teman tentang
produk itu sangatlah bagus dan jika hal ini tidak dirasakan konsumen,
maka akan sangat kecewa. Sehingga penjual tidak perlu
mengunggulkan kelebihan produknya, supaya jarak antara kenyataan
dan ekspektasi konsumen tidaklah jauh.
