Dimensi Kualitas Produk


Dimensi kualitas produk menurut Tjiptono (2008:25-26)
mengemukakan, bahwa kualitas prdouk memiliki beberapa dimensi antara
lain :

  1. Performance (kinerja), merupakan karakteristik operasi dan produk
    ini (core product) yang dibeli. Misalnya kecepatan, kemudahan dan
    kenyamanan dalam penggunaan.
  2. Durability (daya tahan), yang berarti daya tahan menunjukkan usia
    produk, yaitu jumlah pemakaian suatu produk sebelum produk itu
    digantikan atau rusak. Semakin lama daya tahannya tentu semakin
    awet, produk yang awet akan dipersepsikan lebih berkualitas
    dibanding produk yang cepat habis atau cepay diganti.
  3. Conformance to specifications (kesesuaian dengan spesifikasi), yaitu
    sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar yang
    telah ditetapkan sebelumnya. Misalnya pengawasan kualitas dan
    desain, standar karakteristik operasional adalah kesesuaian kinerja
    produk dengan standar yang dinyatakan suatu produk. Ini semacam
    “janji” yang harus dipenuhi oleh produk. Produk yang memiliki
    kualitas dari dimensi ini berarti sesuai dengan standarnya.
  4. Features (fitur), merupakan karateristik atau ciri-ciri tambahan yang
    melengkapi manfaat dasar suatu produk. Fitur bersifat pilihan atau
    option bagi konsumen. Fitur bisa meningkatkan kualitas produk jika
    competitor tidak memiliki fitur tersebut, ciri-ciri atau keistimewaan
    tambahan (features), merupakan karakteristik sekunder atau
    pelengkap.
  5. Reliability (reliabilitas keandalan) yaitu kemungkinan kecil akan
    mengalami kerusakan atau gagal pakai. Misalnya pengawasan
    kualitas dan desain, standar karakteristik operasional kesesuaian
    dengan spesifikasi.
  6. Asthetics (estetika) yaitu daya tarik produk terhadap panca indera,
    misalkan bentuk fisik, model atau desain yang artistic, warna dan
    sebagainya.
  7. Perceived quality (kesan kualitas) yaitu perspsi konsumen terhadap
    keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk. Biasanya karena
    kurangnya pengetahuan pembeli akan atribut atau ciri-ciri produk
    yang akan dibeli, maka pembeli mempersepsikan kualitasnya dari
    aspek harga, nama merek, iklan, reputasi perusahaan, maupun negara
    pembuatnya, kualitas yang dipersepsikan (perceived quality), yaitu
    cara dan reputasi produk serta tanggung jawab perusahaan
    terhadapnya.
  8. Service ability (kemampuan melayani), yaitu kualitas produk
    ditentukan atas dasar kemampuan diperbaiki (service ability),
    meliputi kecepatan, kompetensi, kenyamanan, mudah direparasi
    serta penanganan khusus keluhan yang memuaskan. Produk yang
    mampu diperbaiki tentu kualitasnya lebih tinggi dibandingkan
    dengan produk yang tidak atau sulit diperbaiki.