Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pembelian


Menurut Kotler dan Keller (2009), perilaku pembelian konsumen
dipengaruhi oleh faktor-faktor budaya/kebudayaan, faktor sosial, faktor
pribadi, dan faktor psikologis. Sebagian besar faktor tersebut tidak dapat
dikendalikan oleh pemasar, namun harus diperhitungkan. Faktor-faktor
tersebut yaitu:

  1. Faktor Budaya/Kebudayaan
    Kebudayaan adalah simbol dan fakta yang kompleks, yang
    diciptakan oleh manusia, diturunkan dari generasi ke generasi sebagai
    penentu dan pengatur perilaku manusia dalam masyarakat yang ada.
    (Stanton dalam Swastha dan Handoko, 2000:59).
    Budaya ada untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam suatu
    masyarakat. Budaya memberikan aturan arahan, dan pedoman di
    semua tahap pemecahan masalah manusia dengan memberikan metode
    “coba-dan-benar” untuk memuaskan kebutuhan psikologis, pribadi,
    dan masyarakat. (Schiffman dan Kanuk, 2008;357-358).
    Berdasarkan beberapa pendapat tersebut dapat dikatakan bahwa
    budaya merupakan nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, aturan-aturan, dan
    norma-norma yang melingkupi suatu kelompok masyarakat yang akan
    mempengaruhi sikap dan tindakan individu dalam masyarakat tersebut.
    Sikap dan tindakan individu dalam suatu masyarakat dalam beberapa
    hal yang berkaitan dengan nilai, keyakinan aturan dan norma akan
    menimbulkan sikap dan tindakan yang cenderung homogen. Artinya,
    jika setiap individu mengacu pada nilai, keyakinan, aturan dan norma
    kelompok, maka sikap dan perilaku mereka akan cenderung seragam.
    Adapun beberapa bagian dari faktor budaya yaitu, budaya, sub-
    budaya, dan kelas sosial, yang mana merupakan hal yang memiliki
    peran penting dalam perilaku pembelian konsumen.
    a. Budaya
    Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku yang paling
    mendasar. Setiap kelompok atau masyarakat memiliki budaya, dan
    pengaruh budaya pada perilaku pembelian sangat beraneka ragam.
    b. Sub-budaya
    Menurut Kotler dan Keller (2009), subbudaya adalah sekelompok
    orang dengan sistem nilai bersama berdasarkan pengalaman dan
    situasi hidup yang sama. Subbudaya merupakan bagian dalam
    sebuah kebudayaan yang heterogen (Stanton dan Lamarto dalam
    Sangadji dan Sopiah, 2013:74). Subbudaya meliputi agama,
    kelompok ras, dan daerah geografis.
    c. Kelas sosial
    Kelas sosial merupakan bagian-bagian masyarakat yang relatif
    permanen dan tersusun rapi yang anggota-anggotanya mempunyai
    nilai-nilai, kepentingan, dan perilaku yang sama
  2. Faktor Sosial
    Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial seperti
    kelompok, keluarga, peran dan status sosial konsumen. (Kotler dan
    Keller, 2009).
    a. Kelompok
    Perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak kelompok. Kelompok
    yang secara langsung mempengaruhi dan dimiliki seseorang
    disebut kelompok keanggotaan. Beberapa diantaranya adalah
    kelompok primer seperti keluarga, teman, tetangga, dan rekan
    kerja. Beberapa diantaranya adalah kelompok sekunder seperti
    kelompok keagamaan, asosiasi profesional, dan serikat buruh.
    b. Keluarga
    Anggota keluarga dapat sangat mempengaruhi perilaku pembelian.
    Keluarga adalah organisasi pembelian kosumen yang paling
    penting dalam masyarakat, dan pengaruh tersebut telah diteliti
    secara ekstensif. Kita dapat membedakan antara dua keluarga
    dalam kehidupan pembelian.
    c. Peran dan Status
    Seseorang merupakan anggota berbagai kelompok-keluarga, klub,
    organisasi. Posisi seseorang dalam setiap kelompok dapat
    ditetapkan baik lewat perannya maupun statusnya dalam organisasi
    tersebut. Setiap peran membawa status yang mencerminkan
    penghargaan yang diberikan oleh masyarakat. Seseorang seringkali
    memilih produk yang menunjukkan status mereka dalam
    masyarakat.
  3. Faktor Pribadi
    Menurut Kotler dan Keller (2009), keputusan seorang pembeli juga
    dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur pembeli dan tahap
    siklus hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian
    dan konsep diri.
    a. Usia dan Tahap Siklus Hidup
    Seseorang mengubah barang dan jasa yang mereka beli selama
    hidup mereka. Selera terhadap makanan, pakaian, meubel, dan
    rekreasi seringkali berhubungan dengan usia. Pembelian juga
    dibentuk oleh tahap siklus hidup keluarga, tahap-tahap yang
    mungkin dilalui keluarga sesuai dengan kedewasaan anggotanya.
    Tahap-tahap siklus hidup keluarga tradisional meliputi orang-orang
    muda lajang, pasangan muda dengan anak, dan orang dewasa yang
    lebih tua tanpa anak yang tinggal dengannya.
    b. Pekerjaan dan Situasi Ekonomi
    Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang
    dibelinya. Pekerja kasar cenderung membeli pakaian kerja kasar,
    sedangkan pekerja kantoran membeli setelan bisnis. Orang
    pemasaran mencoba mengidentifikasi kelompok-kelompok pekerja
    yang memiliki minat yang rata-rata lebih tinggi pada produk dan
    jasa yang mereka hasilkan.
    Sama halnya seperti pekerjaan, situasi ekonomi seseorang juga
    akan mempengaruhi pilihan produknya. Pemasar barang yang peka
    terhadap pendapatan mengamati tren pendapatan, tabungan pribadi,
    dan tingkat bunga.
    c. Gaya Hidup
    Orang-orang yang berasal dari subkebudayaan, kelas sosial, dan
    pekerjaan yang sama dapat memiliki gaya hidup yang cukup
    berbeda. Gaya hidup adalah pola kehidupan seseorang. Gaya atau
    pola hidup seseorang diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan
    opininya. Gaya hidup menggambarkan keseluruhan diri seseorang
    yang berinteraksi dengan lingkungannya. Para pemasar mencari
    hubungan antara produk mereka dengan kelompok gaya hidup.
    d. Kepribadian dan Konsep Diri
    Masing-masing orang memiliki kepribadian yang berbeda yang
    mempengaruhi perilaku pembeliannya. Menurut Kotler
    (2005:213), “Kepribadian adalah ciri bawaan psikologi manusia
    yang terberbedakan yang menghasilkan tanggapan yang relatif
    konsisten dan bertahan lama terhadap rangsangan lingkungannya”.
    Kepribadian biasanya dijelaskan dengan menggunakan ciri-ciri
    seperti kepercayaan diri, dominasi, otonomi, kehormatan,
    kemampuan bersosialisasi, pertahanan diri, dan kemampuan
    beradaptasi. Hal yang berkaitan dengan kepribadian adalah konsep
    diri. Konsep diri merupakan sebuah konsep dimana seseorang
    memandang dirinya seperti apa. Konsep diri terdiri dari konsep diri
    aktual (memandang dirinya seperti apa), konsep diri ideal
    (memandang dirinya ingin seperti apa) dan konsep diri orang lain
    (menganggap orang lain memandang dirinya seperti apa).
    “Pemasar harus bisa mengembangkan citra merek yang sesuai
    dengan citra pribadi pasar sasarannya”. (Setiadi, 2003:46)
    Bagi pemasar, kepribadian ini bisa berguna untuk menganalisis
    perilaku konsumen atas suatu produk maupun pilihan merek.
    18
  4. Faktor Psikologis
    Menurut Lamb dalam Wibowo (2013:8) faktor psikologis
    merupakan cara yang digunakan untuk mengenali perasaan mereka,
    mengumpulkan dan menganalisis informasi, merumuskan pikiran dan
    pendapat dalam mengambil tindakan. Proses psikologis terdiri dari
    pengolahan informasi, pembelajaran, perubahan sikap dan perilaku.
    Ketiga faktor tersebut menambah minat utama dari penelitian
    konsumen seagai faktor yang turut mempengaruhi perilau konsumen
    dalam pegambilan keputusan pembelian. (Engel, Blackwell, dan
    Miniard dalam Saladin, 2003:19). Menurut Kotler dan Keller dalam
    faktor psikologis, pilihan pembelian seseorang dipengaruhi oleh empat
    faktor psikologis utama, yaitu motivasi, persepsi, pembelajaran, serta
    keyakinan dan sikap.
    a. Motivasi
    Motivasi adalah kekuatan psikologis yang membentuk perilaku
    manusia sebagian besar dan tidak disadari dan bahwa seseorang
    tidak dapat memahami motivasi dirinya secara menyeluruh.
    Seseorang memiliki banyak kebutuhan pada waktu tertentu.
    Beberapa kebutuhan bersifat biogenis; kebutuhan tersebut muncuk
    dari tekanan biologis seperti lapar, haus, tidak nyaman. Kebutuhan
    yang lain bersifat psikogenis; kebutuhan itu muncul dari tekanan
    psikologis seperti; keanggotan kelompok. Suatu kebutuhan akan
    menjadi motif jika ia didorong hingga mencapai tingkat intensitas
    yang memadai. Motif adalah kebutuhan yang cukup mendorong
    seseorang untuk bertindak, termasuk dalam perilaku keputusan
    pembelian.
    b. Persepsi
    Persepsi adalah proses yang digunakan oleh seorang individu
    dimana seseorang memilih, mengatur, dan menginterpretasikan
    informasi untuk membentuk suatu gambaran yang berarti mengenai
    dunia.
    c. Pembelajaran
    Pembelajaran meliputi perubahan perilaku seseorang yang timbul
    dari pengalaman, sebagian besar perilaku manusia adalah hasil dari
    belajar. Ahli teori pembelajaran yakin bahwa pembelajaran
    dihasilkan melalui perpaduan kerja antara dorongan, rangsangan,
    petunjuk bertindak, tanggapan dan penguatan, yang saling
    mempengaruhi.
    d. Keyakinan dan Sikap
    Melalui bertindak dan belajar, orang mendapatkan keyakinan dan
    sikap. Keduanya kemudian mempengaruhi perilaku pembelian
    mereka. Yang paling penting bagi para pemasar global adalah fakta
    bahwa pembeli sering mempertahankan keyakinan yang mudah
    dilihat tentang mereka atau produk berdasarkan negara asal
    mereka