Menurut (McKnight, Kacmar, dan Choudry, 2002) kepercayaan
dibangun antara pihak-pihak yang belum saling mengenal baik dalam
interaksi maupun proses transkasi. (McKnight, 2002) menyatakan bahwa
ada dua dimensi kepercayaan konsumen, yaitu:
- Trusting Belief
Trusting belief adalah sejauh mana seseorang percaya dan merasa
yakin terhadap orang lain dalam suatu situasi. Trusting belief adalah
persepsi pihak yang percaya (konsumen) terhadap pihak yang dipercaya
yang mana penjual memiliki karakteristik yang akan menguntungkan
konsumen. (McKnight, 2002) menyatakan bahwa ada tiga elemen yang
membangun trusting belief, yaitu benevolence, integrity, competence.
a) Benevolence
Benevolance (niat baik) berarti seberapa besar seseorang percaya kepada
penjual untuk berperilaku baik kepada konsumen.Benevolence merupakan
kesediaan penjual untuk melayani kepentingan.Integrity konsumen.
b) Integrity
Integrity (integritas) adalah seberapa besar keyakinan seseorang
terhadapkejujuran penjual untuk menjaga dan memenuhi kesepakatan yang
telah dibuat kepada konsumen.
c) Competence
Competence (kompetensi) adalah keyakinan seseorang terhadap
kemampuan yang dimiliki penjual untuk membantu konsumen dalam
melakukan sesuatu sesuai dengan yang dibutuhkan konsumen tersebut.
Esensi dari kompetensi adalah seberapa besar keberhasilan penjual untuk
menghasilkan hal yang diinginkan oleh konsumen. Inti dari kompetensi
adalah kemampuan penjualuntuk memenuhi kebutuhan konsumen. - Trusting Intention
Trusting intention adalah suatu hal yang disengaja dimana seseorang
siap bergantung pada orang lain dalam suatu situasi, ini terjadi secara pribadi
dan mengarah langsung kepada orang lain. Trusting intention didasarkan
pada kepercayaan kognitif seseorang kepada orang lain. (McKnight, 2002)
menyatakan bahwa ada dua elemen yang membangun trusting
intentionyaitu willingness to depend dan subjectiveprobability of depending.
a) Willingness to depend
Willingness to depend adalah kesediaan konsumen untuk bergantung kepada
penjual berupa penerimaan risiko atau konsekuensi negatif yang mungkin
terjadi.
2) Subjective probability of depending
Subjective probability of depending adalah kesediaan konsumen secara
subjektif berupa pemberian informasi pribadi kepada penjual, melakukan
transaksi, serta bersedia untuk mengikuti saran atau permintaan dari penjual
