Konsep Loyalitas Merek


Kotler dan Keller (2009:268), merek menandakan tingkat kualitas
tertentu sehingga pembeli yang puas dapat dengan mudah memilih produk
kembali. Loyalitas merek memberikan tingkat permintaan yang aman dan dapat
diperkirakan bagi perusahaan, dapat menciptakan penghalang yang mempersulit
perusahaan lain untuk memasuki pasar. Loyalitas juga dapat diterjemahkan
menjadi kesediaan pelanggan untuk membayar harga yang lebih tinggi, seringkali
20% sampai 25% lebih tinggi daripada merek pesaing.
Rangkuti (2004:14) pemberian nama harus mencerminkan kepribadian
produk yang ditawarkan dan dapt dijadikan identitas yang menjadikannya berbeda
dari produk pesaing. Merek merupakan janji penjual untuk secara konsisten
memberikan feature, manfaat, dan jasa tertentu kepada pembeli. Oleh karena itu,
penjual berhati-hati dalam memilih sebuah nama atau merek yang akn dilekatkan
pada produk yang akan ditawarkan kepada konsumen.
Sikap loyal dari seorang konsumen akan terbentuk terhadap perusahaan,
seperti pada sebuah merek produk, konsumen akan menjadi loyal kepada merek
tersebut apabila merek yang dibelinya memberikan kepuasan terhadap
konsumennya. Seorang konsumen yang sangat loyal kepada suatu merek tidak
akan dengan mudah memindahkan ke merek lain. Bila loyalitas konsumen
terhadap suatu merek meningkat, kerentanan kelompok konsumen tersebut dari
ancaman dan serangan merek produk pesaing dapat dikurangi.
Konsumen yang loyal pada umumnya akan melanjutkan pembelian
merek produk tersebut walaupun dihadapkan pada banyak alternatif merek produk
pesaing yang menawarkan karakteristik produk yang lebih unggul dipandang dari
berbagai sudut atributnya. Sebaliknya konsumen yang tidak loyal kepada suatu
merek, pada saat mereka melakukan pembelian akan merek tersebut, pada
umumnya tidak didasarkan pada ketertarikan mereka pada mereknnya akan tetapi
lebih didasarkan pada karakteristik produk, harga dan kenyamanan pemakainya
ataupun berbagai atribut lain yang ditawarkan oleh merek produk alternatif dari
pesaing