Metode Pengukuran Kepuasan Pelanggan


Menurut Kotler dan Keller dalam Tjiptono (2014:369) ada
beberapa metode yang dapat digunakan dalam melakukan pengukuran
kepuasan pelanggan, diantaranya:

  1. Sistem keluhan dan saran
    Organisasi yang berpusat pelanggan (Customer Centered)
    memberikan kesempatan yang luas kepada para pelanggannya
    untuk menyampaikan saran dan keluhan. Informasi-informasi ini
    dapat memberikan ide-ide cemerlang bagi perusahaan dan
    memungkinkannya untuk bereaksi secara tanggap dan cepat untuk
    mengatasi masalah-masalah yang timbul.
  2. Pembeli bayangan (Ghost atau Mystery Shopping)
    Salah satu cara untuk memperoleh gambaran mengenai kepuasan
    pelanggan adalah dengan mempekerjakan beberapa orang untuk
    berperan atau bersikap sebagai pembeli potensial, kemudian
    melaporkan temuan-temuannya mengenai kekuatan dan kelemahan
    produk perusahaan dan pesaing berdasarkan pengalaman mereka
    dalam pembelian produk-produk tersebut. Selain itu para ghost
    shopper juga dapat mengamati cara penanganan setiap keluhan.
  3. Analisis konsumen terakhir (Lost Customer Analysis)
    Perusahaan selayaknya menghubungi para pelanggan yang telah
    berhenti membeli atau yang telah pindah pemasok agar dapat
    memahami mengapa hal itu terjadi. Bukan hanya exit interview saja
    yang perlu, tetapi pemantauan customer loss rate juga penting,
    peningkatan customer loss rate menunjukkan kegagalan
    perusahaan dalam memuaskan pelanggannya.
  4. Survei kepuasan pelanggan
    Umumnya penelitian mengenai kepuasan pelanggan dilakukan
    dengan penelitian survei, baik melalui pos, telepon, maupun
    wawancara langsung. Perusahaan akan memperoleh tanggapan dan
    umpan balik secara langsung dari pelanggan dan juga memberikan
    tanda (signal) positif bahwa perusahaan menaruh perhatian
    terhadap para pelanggannya.