Perspektif Kualitas Pelayanan


Menurut Tjiptono dan Chandra (2014), perspektif kualitas jasa
diklasifikasikan dalam lima kelompok:

  1. Pendekatan transendental (transcendental approach) Dalam pendekatan ini
    kualitas dipandang sebagai keunggulan bawaan (innate excellence), dimana
    kualitas dapat dirasakan atau diketahui, tetapi sulit didefenisikan dan di
    operasionalisasikan.
  2. Pendekatan berbasis produk (product-based approach) Pendekatan ini
    menganggap kualitas merupakan karakteristik atau atribut yang dapat
    dikuantitatifkan dan dapat diukur.
  3. Pendekatan berbasis pengguna (user-based approach) Pendekatan ini
    didasarkan pada pemikiran bahwa kualitas tergantung pada orang yang
    memandangnya sehingga produk yang paling memuaskan menjadi
    preferensi seseorang, misalnya kualitas yang dirasakan ( perceived quality)
    merupakan produk yang berkualitas paling tinggi.
  4. Pendekatan berbasis manufaktur (manufacturing-based approach)
    Perspektif ini bersifat berdasarkan pasokan (supply-based) dan secara
    khusus memperhatikan praktik-praktik perekayasaan dan kemanufakturan,
    serta mendefenisikan kualitas sebagai kesesuaian atau kesamaan dengan
    persyaratan (conformance to requirements). Penentu kualitas dalam
    pendekatan ini adalah standar-standar yang ditetapkan perusahaan, bukan
    oleh konsumen pengguna.
  5. Pendekatan berbasis nilai (value-based approach) Kualitas dalam perspektif
    ini bersifat relatif sehingga produk yang paling bernilai adalah barang atau
    jasa yang paling tepat di beli (best-buy)