Indikator Harga


Persepsi tingkat kewajaran harga diukur dengan beberapa
indikator pengukuran. Berikut merupakan indikator-indikator pengukuran harga
dari beberapa ahli yaitu:

  1. Indikator Harga Menurut pendapat Kotler dalam Aptaguna dan Pitaloka
    (2013:75) pada jurnal yang ditulis Lily Harjati dan Venesia (2016:52) ada
    pun indikator yang di maksud harga antara lain adalah:
    a. Keterjangkauan Harga
    Harga yang diberikan oleh perusahaan terhadap produk mereka dapat
    dijangkau oleh para konsumennya. Harga yang terjangkau adalah harapan
    konsumen saat memilih suatu produk. Apabila Harga sesuai dan
    terjangkau tentu akan menjadi pertimbangan konsumen untuk membeli
    produk mereka.
    b. Kesesuaian harga dengan kualitas produk
    Harga yang diberikan oleh perusahaan harus sesuai dengan kualitas produk
    yang mereka hasilkan. Apabila harga yang diberikan tinggi maka kualitas
    produk yang diberikan pun harus memiliki kualitas yang tinggi agar
    konsumen tidak keberatan dan tidak merasa dirugikan jika membeli
    produk tersebut. Biasanya, konsumen tidak keberatan membeli produk
    tertentu dengan harga yang relative malah asalkan baik kualitas
    produknya. Namun kebanyakan konsumen lebih menginginkan produk
    yang mempunyai harga terjangkau dengan kualitas yang baik.
    c. Daya saing harga
    Perusahaan sebaiknya juga harus memperhatikan harga yang diberikan
    dalam pasar karena memiliki daya saing yang tinggi terhadap para
    kompetitor. Jika harga yang diberikan perusahaan terlalu tinggi diatas
    harga kompetitornya maka produk tersebut tidak memiliki daya saing yang
    baik. Perusahaan harus menetapkan harga jual dengan mempertimbangkan
    harga yang diberikan oleh pesaingnya agar produknya dapat bersaing
    dipasaran.
    d. Kesesuaian harga dengan manfaat
    Manfaat produk yang dimiliki harus sesuai dengan harga yang diberikan
    oleh perusahaan terhadap produk mereka. Ada baiknya jika harga yang
    tinggi memiliki manfaat produk yang tinggi pula. Namun, terkadang
    beberapa konsumen mengabaikan harga suatu produk dan lebih
    mementingkan manfaat dari produk tersebut.
  2. Harga diukur dengan indikator menurut Tjiptono dikutip Imam Febri Cahyadi
    (2017) :
  3. Kesesuaian harga dengan kualitas produk. Konsumen cenderung
    membandingkan harga dengan kualitas suatu produk kemudian
    mengasosiasikan harga dengan tingkat kualitas layanan.
  4. Kesesuaian harga dengan manfaat. Harga merupakan pernyataan nilai dari
    suatu produk. Nilai adalah rasio atau perbandingan antara persepsi
    terhadap manfaat dengan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk
    mendapatkan produk.
  5. Harga bersaing. Harga bersifat fleksibel, artinya dapat disesuaikan dengan
    cepat. Harga adalah elemen yangpaling mudah diubah dan diadaptasikan
    dengan dinamika pasar