Citra merek dapat diukur melalui beberapa indikator pengukuruan.
Berikut merupakan indikator-indikator pengukuran citra merek dari beberapa ahli
yaitu :
- Menurut Rangkuti (2015:44) bahwa terdapat beberapa indikator yang
harus diperhatikan dalam membentuk sebuah citra merek, yaitu :
a. Recognition (pengenalan), tingkat dikenalnya sebuah merek
oleh konsumen.
b. Reputation (reputasi), sebuah merek yang terbukti mempunyai “track
record” baik berarti tingkat atau status yang dimiliki sebuah merek cukup
tinggi.
c. Affinity (daya tarik), sebuah merek mempunyai daya tarik yang
mempunyai hubungan emosional dengan konsumennya.
d. Brand loyalty (kesetiaan merek), menyangkut ukuran dari
kesetiaan pelanggan terhadap suatu merek yang bersangkutan. - Menurut Kotler dan Keller (2016:261) indikator pengukuran citra
merek adalah sebagai berikut :
a. Persepsi konsumen terhadap pengenalan produk
b. Persepsi konsumen terhadap kualitas produk
c. Persepsi konsumen terhadap ukuran
d. Persepsi konsumen terhadap daya tahan
e. Persepsi konsumen terhadap warna produk
f. Persepsi konsumen terhadap harga
g. Persepsi konsumen terhadap lokasi - Menurut Sulistyari (2015:4) menyebutkan bahwa indikator-indikator yang
membentuk brand image, antara lain adalah :
a. Citra Korporat
merupakan citra yang ada dalam perusahaan itu sendiri. Perusahaan
sebagai organisasi berusaha membangun imagenya dengan tujuan tak
lain agar nama perusahaan ini bagus, sehingga akan mempengaruhi
segala hal mengenai apa yang dilakukan oleh perusahaantersebut.
b. Citra Produk
Citra konsumen terhadap suatu produk yang dapat berdampak positif
maupun negatif yang berkaitan dengan kebutuhan, keinginan, dan
harapan konsumen. Image dari produk dapat mendukung terciptanya
sebuah brand image atau citra dari merek tersebut.
36
c. Citra Pemakai
Dibentuk langsung dari pengalaman dan kontak dengan pengguna merek
tersebut. Manfaat adalah nilai pribadi konsumenyang diletakkan terhadap
atribut dari produk atau layanan yaitu apa yang konsumen pikir akan
mereka dapatkan dari produk atau layanan tersebut. - Indikator citra merek menurut Kartajaya (2017) yaitu :
a. Reputation
Reputasi adalah titipan kepercayaan dari masyarakat. Jadi jika
perusahaan mengalami krisis kepercayaan dari publik maka akan
membawa dampak negatif terhadap reputasi perusahaan tersebut dan
perusaan tersebut akan memerlukan usaha keras untuk membbuhkan dan
membangun kembali kepercayaan publik. Reputasi tidak bisa diperoleh
dalam waktu singkat karena harus dibangun bertahun-tahun untuk
menghasilkan sesuatu yang bisa dinilai oleh publik. Reputasi juga baru
bertahan dan sustainable apabila konsistennya perkataan dan perbuatan.
b. Recognition
Recognition adalah ingatan dan persepsi yang tidak membutuhkan
kedalaman pemrosesan. Dalam hal pemasaran tingkat tingkat
dikenalkannya sebuah merek oleh konsumen, jka sebuah merek tidak
dikenal maka produk dengan merek tersebut harus dijual dengan
mengandalkan harga termurah seperti pengenalan logo, desain produk
maupun hal lainnya sebagai identitas dari merek tersebut.
c. Affinity
Affinity adalah sesuatu yang menggerakkan orang, berbicara mengenai
keinginan atau kebutuhan mereka dan membangkitkan keterkaitan
mereka. Mengacu pada pendekatan yang digunakan untuk menarik
perhatian konsumen atau mempengaruhi perasaan terhadap suatu produk
barang atau jasa.
d. Brand Loyalty
Brand loyalty adalah suatu konsep yang sangat penting dalam melakukan
strategi pemasaran. Keberadaan konsumen yang loyal pada merek sangat
diperlukan agar perushaan dapat bertahan hidup. Loyalitas merek sama
artinya dengan keputusan pembelian berdasarkan motivasi yang kuat
untuk membeli kembali. Hal ini juga dapat dilihat sebagai preferensi
pelanggan untuk merek tertentu yang mengakibatkan penggunaan
lanjutan dari merek yang dengan membeliu setiap kali. Untuk menjadi
loyal kepada merek tertentu, pelanggan harus mampu memahami merek
yang tepat untuk menjadikannya sebagai pilihan yang menawarkan
kualitas yang baik dan dengan harga yang sesuai dengan kualitas produk
tersebut.
