Tentunya dalam menetapkan harga suatu produk, suatu tujuan harus dicapai, baik
untuk bersaing dengan kompetitor maupun untuk mengejar keuntungan yang
maksimal. Beberapa tujuan penetapan harga menurut Tjiptono (2015: 293) adalah:
- Beriorentasi laba (Profit oriented)
Dirancang untuk memaksimalkan harga versus harga. Pesaing, persepsi nilai
produk, struktur biaya operasi dan efisiensi produk. Target profit biasanya
didasarkan pada target return dan bukan hanya maksimisasi laba. - Berorientasi volume Menetapkan harga untuk memaksimalkan volume penjualan
(dalam rupiah atau dalam satuan). Tujuan ini mengorbankan margin keuntungan
untuk penjualan produk yang tinggi. - Permintaan Pasar Menentukan harga berdasarkan ekspektasi konsumen dan situasi
pembelian tertentu. Tujuan ini sering dikenal sebagai “membebani apa yang akan
ditanggung pasar” - Pangsa Pasar
Dirancang untuk meningkatkan atau mempertahankan pangsa pasar terlepas dari
fluktuasi penjualan industri. Target pangsa pasar sering digunakan dalam fase
kedewasaan dari siklus hidup produk. - Aliran kas (Cash Flow) Dirancang untuk memaksimalkan cash return secepat
mungkin. Tujuan ini berguna ketika perusahaan mengalami keadaan darurat kas
atau ketika siklus hidup produk diperkirakan akan relatif singkat. - Mencocokkan Pesaing
Dirancang untuk menyamai atau mengalahkan tingkat harga pesaing. Tujuannya
adalah untuk mempertahankan persepsi nilai yang baik dibandingkan dengan
pesaing. - Prestise
Tetapkan harga tinggi ini yang konsisten dengan status tinggi atau produk prestise.
Harga ditentukan tanpa terlalu menunjukkan struktur biaya atau tingkat persaingan - Status quo
Pertahankan tingkat harga saat ini untuk mengamankan posisi kompetitif
