Loyalitas adalah suatu komitmen yang mendalam untuk
melakukan pembelian ulang produk atau jasa yang sama dan
menjadi preferensinya secara konsisten pada masa yang akan
datang, meskipun ada pengaruh situasional dan usaha pemasaran
yang dapat menimbulkan perilaku peralihan. Dalam loyalitas
konsumen, tindakan berulang terhadap pembelian merek tersebut
dipengaruhi oleh kesetiaan terhadap merek (Schiffman dan
Kanuk, 2004; Purbasari dan Purnamasari, 2016).
Perilaku pembelian ulang kerapkali dihubungkan dengan
loyalitas merek (brand loyalty). Keduanya sama sekali berbeda,
perilaku pembelian berulang yaitu tindakan pembelian berulang
pada suatu atau merek yang lebih dipengaruhi oleh faktor
kebiasaan sedangkan loyalitas merek yaitu tindakan berulang
terhadap merek tersebut dipengaruhi oleh kesetiaan terhadap
merek (Shandi, 2011). Bila loyalitas merek mencerminkan
komitmen psikologis terhadap merek tertentu, sedangkan
pembelian ulang bisa merupakan hasil dominasi pasar oleh suatu
perusahaan yang berhasil membuat produknya menjadi satu-
satunya alternatif tersedia atau hasil upaya promosi terus menerus
sehingga dapat memikat dan membujuk pelanggan untuk membeli
kembali merek yang sama. Pelanggan yang setia pada merek
tertentu cenderung terikat pada merek tersebut dan bakal membeli
produk yang sama lagi sekalipun tersedia banyak alternatif
sebagai suatu komitmen (Tjiptono, 2011)
