Indikator Variabel Keputusan Pembelian


Menurut Sfenrianto et al. (2018), indikator dalam mengukur keputusan pembelian
adalah sebagai berikut:
1) Perceived ease of use and usefulness didefinisikan sebagai sejauh mana individu
merasakan betapa mudahnya menggunakan teknologi dan sejauh mana individu
percaya betapa bermanfaatnya teknologi tersebut.
2) Perceived low cost adalah biaya unit yang menurut konsumen timbul dengan
melakukan aktivitas tertentu. Pengeluaran konsumen terdiri dari elemen harga
langsung dan biaya non-harga yang kami asumsikan independen.
3) Purchase experience berarti lamanya waktu yang digunakan dalam posisi di
mana pelanggan memiliki tanggung jawab untuk melakukan fungsi dalam siklus
pembelian.
4) Compatibility adalah metrik keseluruhan yang mengukur nilai yang diberikan
konsumen pada merek. Ini menunjukkan seberapa efektif hubungan konsumen
dengan merek.
5) Interpersonal influence adalah kemampuan dari orang yang bisa memberikan
pengaruh di lingkungan sekitar terutama di masyarakat, suatu kelompok atau
komunitas
6) External influence adalah faktor-faktor yang berada di luar kendali suatu merek.
Meskipun merek tidak memiliki kendali atas pengaruh eksternal, pengaruh
tersebut dapat berdampak besar pada keputusan pembelian pelanggan.
7) Facilitating conditions adalah variabel yang menjelaskan seorang individu
percaya bahwa infrastruktur dan teknis dan organisasi yang ada dapat
mendukung dalam menggunakan teknologi
8) Self-efficacy merupakan sebuah keyakinan diri atau kepercayaan individu
terhadap kemampuan mereka dalam melakukan suatu hal, menghasilkan sesuatu,
mengorganisasi, mencapai tujuan mereka, dan juga mengimplementasikan
tindakan guna mewujudkan keahlian tertentu