Persepsi harga merupakan cara konsumen melihat, menilai, dan memahami
harga suatu produk atau layanan. Ini adalah pandangan atau penilaian subjektif
konsumen tentang apakah harga suatu produk atau layanan sesuai dengan nilai yang
mereka harapkan atau apakah harga tersebut terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Menurut Cockril dan Goode (2010:368) dalam (Amalia & Maskur, 2023) yang
menyatakan bahwa persepsi harga merupakan faktor psikologis dari berbagai segi
yang mempunyai pengaruh penting dalam reaksi konsumen kepada harga. informasi
harga dipaham oleh konsumen dan dibuat bermakna oleh mereka. Berhubungan
dengan informasi harga, konsumen bisa membandingkan antara harga yang
dinyatakan dengan sebuah harga atau kisaran harga yang mereka bayangkan atas
produk tersebut.
Sedangkan menurut Peter dan Olson (2010) dalam penelitian yang
dilakukan oleh (Nanda & Keni, 2022) Mendefinisikan persepsi harga sebagai
pemahaman konsumen mengenai informasi harga dan seberapa harga tersebut
memiliki nilai yang sesuai dengan manfaat serta fungsi sebuah produk. Persepsi
harga memberikan informas mengenai harga serta pandangan konsumen mengenai
harga baik dari tingkat harganya, keterjangkauan harga tersebut dan kesesuaian
harga tersebut terhadap manfaat yang di berikan sebuah produk atau jasa sehingga
harga tersebut menjadi pertimbangan bagi konsumen dalam melakukan pembelian
sebuah produk barang atau jasa.
Indikator persepsi harga menurut Suparyanto dan Rosad (2015) dalam penelitian
(Suryajaya & Sienatra, 2021) sebagai Berikut:
- Keterjangkauan harga produk.
- Kesesuaian harga dengan kualitasmya.
- Daya saing harga.
- Keseuaian harga dengan manfaatnya
