Jenis Perilaku Pembelian


Ada 4 Perilaku Pembelian (Kotler,1995:224) yaitu :

  • Perilaku pembelian kompleks
    Para konsumen mempunyai perilaku pembelian kompleks ketika
    mereka sangat terlibat dalam suatu pembelian dan menyadari adanya
    perbedaan nyata antara berbagai merek. Biasanya konsumen tidak
    mengetahui banyak mengenai kategori produk dan harus banyak
    belajar.
    Pembeli ini akan melalui suatu proses belajar yang pertama ditandai
    dengan mengembangkan kepercayaan mengenai produk tersebut,
    kemudian pendirian, dan kemudian membuat pilihan pembelian
    dengan bijaksana.
  • Perilaku pembelian yang mengurangi ketidak sesuaian ( disonansi)
    Kadang – kadang konsumen sangat terlibat dalam suatu pembelian
    tetapi tidak melihat banyak perbedaan dalam merek. Keterlibatan
    yang tinggi ini sekali lagi berdasarkan kenyataan bahwa pembelian
    tersebut bersifat mahal, jarang dan beresiko. Dalam kasus ini,
    pembeli akan berkeliling untuk mempelajari apa yang tersedia tetapi
    akan membeli dengan cukup cepat karena perbedaan merek tidak
    nyata. Pembeli mungkin menanggapi hanya menurut harga yang
    baik atau menurut kemudahan dalam membeli.
  • Perilaku dalam pembelian
    Banyak produk yang dibeli dengan keterlibatan konsumen yang
    rendah dan tidak ada perbedaan merek yang signifikan. Contoh
    pembelian garam. Para konsumen mempunyai keterlibatan yang
    rendah dalam kategori produk ini. Mereka pergi ke toko dan mencari
    merek tersebut. Jika mereka terus – menerus mencari merek yang
    sama, hal ini dalah di luar kebiasaan, tidak ada kesetiaan merek yang
    kuat. Terdapat bukti yang baik bahwa para konsumen mempuntai
    keterlibatan yang rendah dengan kebanyakan barang yang murah dan
    sering dibeli