Pengertian Iklim Organisasi


Istilah iklim organisasi (organization climate) pertama kalinya dipakai
oleh Kurt Lewin pada tahun 1930-an, yang menggunakan istilah iklim
psikologi (psychological climate) sebagai iklim organisasi (dalam wirawan
2008) Owens (dalam Soetopo 2010) menyatakan bahwa “organizational
climate is the study of perception that individuals have of various aspect of the
in the organization.” Menurut Hilirieger dan Sclocum (dalam Muhammad
2000),iklim organisasi merupakan set atribut organisasi dan subsistemnya
yang dapat dirasakan oleh anggota organisasi dan subsistemnya yang dapat
dirasakan oleh anggota organisasi yang mungkin disebabkan oleh cara-cara
organisasi terhadap anggotanya.
Definisi mengenai iklim organisasi dikemukakan oleh para ahli. Para
ahli barat mengartikan iklim sebagai unsure fisik, dimana iklim sebagai suatu
atribusi dari organisasi atau suatu set atribusi daripada persepsi individu
sendiri (Wirawan, 2007). Menurut Lussier (2005) mengatakan bahwa iklim
organisasi adalah persepsi anggota mengenai kualitas lingkungan internal
organisasi yang secara relatif dirasakan oleh anggota organisasi yang
kemudian akan mempengaruhi perilaku mereka berikutnya.
Steers (dalam Soetopo, 2010) menyatakan Iklim organisasi dapat
dilihat dari dua sisi pandang, yaitu: 1. Iklim dilihat dari persepsi para anggota
terhadap organisasinya, 2. Iklim organisasi dilihat dari hubungan antara
kegiatan-kegiatan organisasi dan perilaku manajemen nya. Sedangkan,
menurut Tiaguri dan Litwin (dalam Soetopo 2010) yang mengartikan iklim
organisasi adalah suatu kualitas lingkungan internal organisasi yang dialami
oleh anggotanya, mempengaruhi perilakunya, dan dapat dideskripsikan
dengan nilai-nilai karakteristik organisasi.
Menurut Payne dan Pugh (dalam Muhammad ,2000)., iklim organisasi
sebagai suatu konsep yang merefleksikan isi dan kekuatan dari nilai-nilai
umum, norma sikap, tingkah laku, dan perasaan anggota terhadap suatu
system sosial. Miner (dalam Soetopo, 2010) mengemukakan aspek-aspek
definisi iklim organisasi sebagai berikut: 1. Iklim organisasi berkaitan dengan
unit yang besar yang mengandung ciri karakteristik tertentu, 2. Iklim
organisasi mendeskripsikan suatu unit organisasi daripada menilainya, 3.
Iklim organisasi berasal dari praktik organisasi, 4. Iklim organisasi
mempengaruhi perilaku dan sikap anggota.