Teori Manajemen Hubungan (Relationship Management Theory)


Teori ini merujuk pada proses hubungan manajemen antara organisasi dengan
publik internal dan publik eksternal (Ardianto, 2010, p. 119). Teori ini menyebutkan
bahwa dalam pengelolaan organisasi hubungan public (organization-public
relationship), Public Relations memiliki prinsip-prinsip, diantaranya:
“(a) fokus inti Public Relations adalah relationship (hubungan-hubungan); (b)
keberhasilan hubungan melibatkan manfaat dari kedua belah pihak, organisasi
dan interaksi publik; (c) organisasi hubungan publik selalu berubah-ubah dari
waktu ke waktu, dinamis; (d) hubungan didorong oleh kebutuhan dan keinginan
organisasi serta publik, dan kualitas hubungan bergantung pada persepsipersepsi dari tingkat harapan yang ingin dipenuhinya; (e) manajemen
organisasi hubungan publik berfungsi untuk meningkatkan pemahaman dan
manfaat bagi organisasi dan publiknya; (f) keberhasilan organisasi hubungan
publik diukur oleh terminology kualitas hubungan daripada prorduksi pesan
dan penyebaran pesan; (g) komunikasi adalah alat strategi dalam mengelola
hubungan, komunikasi melakukan hubungan untuk waktu lama secara terusmenerus, terutama ketidakhadirannya pada perilaku organisasional; (h)
organisasi hubungan publik dipengaruhi oleh sejarah relasional, sifat dasar
interaksi, frekuensi perubahan dan pertukaran informasi; (i) organisasi
hubungan publik dapat dikategorikan menjadi tipe persona,professional,
komunitas apakah itu simbolik (dorongan komunikasi) atau behavioral
(dorongan program); (j) membangun hubungan dapat digunakan dalam semua
aspek penelitian dan praktik PR” (Ardianto, 2010, pp. 119-120).