Public Relations adalah “fungsi manajemen yang membangun dan
mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan
publik yang memengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi tersebut (Cutlip,
Center & Broom, 2009, p.1).” Hampir sama dengan pengertian yang dijelaskan oleh
Cutlip, Center & Broom, menurut Institute of Public Relations (IPR) Public Relations
adalah keseluruhan upaya yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan
dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik atau goodwill dan saling
pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya (dalam Jefkins, 2004,
p. 9). Sedangkan menurut Smith (2013), Public Relations adalah “management
function that classically focuses on long-term patterns of interaction between an
organization and all of its various publics, both supportive and nonsupportive” (p. 6).
Dari semua definisi tersebut, terlihat bahwa Public Relations tidak dapat
terlepas dengan publik. Yang dimaksud publik adalah kelompok atau orang-orang
yang berkomunikasi dengan suatu organisasi, baik secara internal maupun eksternal
(Jefkins, 2004, p. 80). Kasali (1994) membagi publik menjadi dua yakni publik
internal dan eksternal (p. 11). Publik eksternal mencakup konsumen, lembaga
keuangan, pemerintah, pesaing, komunitas, penyalur, pemasok, pers (media), dan
masyarakat luas (p. 11). Sedangkan publik internal seperti karyawan, keluarga
karyawan, manajer, dan para pemegang saham/ investor. Atas setiap publik yang ada
dalam sebuah perusahaan (p.11).
Atas publik internal maupun eksternal tersebut, Public Relations memiliki
fungsi antara lain: hubungan internal, publisitas, advertising, press agentry, public
affairs, lobbying, manajemen isu, hubungan investor, dan pengembangan (Cutlip,
Center & Broom, 2009, pp.11-27).” Dari semua fungsi Public Relations tersebut,
Cutlip, Center & Broom (2009) membagi fungsi-fungsi tersebut berdasarkan publik
internal dan publik eksternal (p.27).
