Analisis keterkaitan

 

Analisis mengenai keterkaitan antar sektor merupakan analisis yang umum dilakukan dengan mengunakan model  Input  Output. Analisis ini pada dasarnya melihat dampak terhadap output, dari kenyataan bahwa pada dasarnya sektor-sektor dalam perekonomian tersebut saling pengaruh mempengaruhi.  Hubungan suatu sektor dan sektor-sektor lainnya dalam ekonomi dikenal dalam literatur ekonomi pembangunan sebagai kaitan ke depan (forward  linkages) dan kaitan kebelakang (backward linkages).

2.3.1.1  Keterkaitan ke belakang. Adanya peningkatan output sektor tertentu akan mendorong peningkatan  output sektor-sektor lainnya. Peningkatan output sektor-sektor lainnya tersebut dapat terlaksana melalui dua cara. Pertama peningkatan  output sektor i akan meningkatkan permintaan input  sektor i sendiri dan  input  yang berasal dari sektor lain, misalnya sektor j. Oleh karenanya, sektor i akan meminta  output sektor j lebih banyak dari pada sebelumnya.

Keterkaitan kebelakang langsung merupakan penjumlahan angka koefisien  input  (aij). Angka keterkaitan langsung dinotasikan dengan B(d)j maka angka keterkaitan ke belakang langsung dirumuskan  (Nazara, 1997:93 serta PAU SE UGM dan BAPPENAS  2000, VI -11) :

 

            ……………………   (2.2)

          

Keterkaitan ke belakang tersebut tidak saja memiliki efek langsung seperti yang ditunjukkan di atas, namun juga memiliki efek tidak langsung dari penambahan output, yang ditunjukkan oleh matrik kebalikan Leontif. Penjumlahan dari elemen kebalikan Leontif secara kolom akan menunjukkan keterkaitan kebelakang secara total yang dirumuskan dengan

 

                             ………………… (2.3)               

B (d+i)j adalah keterkaitan kebelakang total.

Bila diketahui nilai keterkaitan ke belakang langsung dan keterkaitan kebelakang total, maka nilai keterkaitan ke belakang tidak langsung diperoleh dari selisih antara kedua nilai tersebut. Untuk melihat sektor mana yang merupakan sektor-sektor utama diantara sektor-sektor yang ada berkaitan dengan kaitan kebelakang digunakan rumus Rasmussen (BPS,1995:55), rumus ini dikenal dengan indeks daya penyebaran.

                            ………………..    (2.4)

aj  adalah indek daya penyebaran sektor j.

Besaran aj dapat menpunyai nilai sama dengan (= 1), lebih besar (>1) atau kecil (< 1). Bila aj sama dengan (=1) berarti daya penyebaran sektor j sama dengan rata-rata daya penyebaran seluruh sektor ekonomi dan bila nilai aj besar (> 1) menunjukkan bahwa daya penyebaran sektor j berada di atas rata-rata daya penyebaran seluruh sektor ekonomi dan sebaliknya  aj kecil (< 1)  menunjukkan daya penyebaran sektor j lebih rendah. Dalam banyak analisis tabel Input Output,  disebut juga sebagai tingkat dampak kaitan ke belakang (backward linkages effect ratio).

2.3.1.2  Keterkaitan ke depan . Keterkaitan ke depan adalah total output yang tercipta akibat meningkatnya output suatu sektor perekonomian melalui mekanisme distribusi output dalam perekonomian. Jika terjadi peningkatan output tersebut didistribusikan ke sektor-sektor produksi dalam perekonomian, termasuk ke sektor i sendiri.

Keterkaitan ke depan secara langsung melalui mekanisme output ditunjukkan oleh penjumlahan baris dari matriks  input  output, keterkaitan ke depan langsung dirumuskan dengan  (Nazara, 1997:93 serta PAU SE UGM dan BAPPENAS 2000, VI -11) :       

 

                                …………………      (2.5)

         

Di mana F (d)i  adalah keterkaitan ke depan langsung.

Selain itu ada efek tidak langsung dengan terjadinya peningkatan  output. Efek langsung dan tidak langsung tersebut tergambar dari matrik kebalikan  output (I-A) –1 pada baris ke i atau dinyatakan dengan

       

                               …………………….     (2.6)

                 

di mana F(d+i) adalah keterkaitan kedepan total dan qij elemen matrik kebalikan  output (I-A) –1. Bila diketahui nilai keterkaitan ke depan langsung dan keterkaitan ke depan total maka nilai keterkaitan ke depan tidak langsung diperoleh dari selisih antara kedua nilai tersebut.

Untuk melihat sektor mana yang merupakan sektor utama diantara sektor-sektor yang ada berkaitan dengan kaitan ke depan, digunakan rumus Rasmussen (BPS,1995:55) yang dikenal juga dengan rumus indek derajat kepekaan sektor

            ………………    (2.7)

Besaran bi dapat menpunyai nilai sama dengan (= 1), lebih besar (>1) atau kecil (< 1). Bila bi sama dengan (=1) berarti derajat kepekaan sektor i sama dengan rata-rata derajat kepekaan seluruh sektor ekonomi dan bila nilai bi besar (> 1) menunjukkan bahwa derajat kepekaan sektor i berada di atas rata-rata derajat kepekaan seluruh sektor ekonomi dan sebaliknya  bi kecil (< 1)  menunjukkan derajat kepekaan sektor i lebih rendah. Dalam banyak analisis tabel Input Output,  disebut juga sebagai tingkat dampak kaitan ke depan (foreward linkages effect ratio).