Syarat-syarat makanan bagi ibu hamil (skripsi dan tesis)

 

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memyusun makanan untuk seorang wanita yang sedang hamil (Depkes, 1995) :

  • Menghindari makanan pantangan karena akan menghambat waktu melahirkan dan sesudah melahirkan.
  • Pada Trisemester I jika terdapat keluhan mual, muntah, makanan harus diatur sedemikian rupa sehingga makanan mudah dicerna dan porsi tidak terlalu besar.
  • Pada Trisemester II protein di utamakan dan di jaga agar jangan sampai kekurangan darah dengan banyak mengkonsumsi sayuran.
  • Pada Trisemester III seperti pada Trisemester II tetapi dijaga jangan sampai terlalu gemuk. Jika dijumpai tanda keracunan kehamilan maka ibu hamil harus pantang garam.
  • Pada trisemester III kandungan sudah besar sehingga lambung sedikit terdesak. Makanan dengan porsi besar sering menyebabkan rasa tidak enak, karena itu dalam masa ini porsi makan sebaiknya porsi kecil tetapi sering.
  1. Prinsip-prinsip diet untuk kehamilan

Menurut Stanhope dan Knollmuder (1998) diet untuk wanita hamil mempunyai prinsip-prinsip yaitu :

  • Elemen-elemen nutrisi yang penting seperti natrium tidak dibatasi selama kehamilan normal.
  • Kenaikan berat badan pada rata-rata selama kehamilan normal adalah 11 sampai 13 kg.
  • Asupan harian minimal harus 35 sampai 40 kkal/kg untuk wanita berat badan normal dan 30 kkal/kg untuk wanita.
  • Makanan kecil diberikan untuk wanita hamil antara waktu makan pagi dan makan siang, makan siang dan makan malam serta sebelum tidur untuk meningkatkan asupan kalori.
  • Suplemen vitamin termasuk 30 sampai 60 mg zat besi dan 400 mg asam folat diberikan semua untuk wanita hamil.
  • Jika tidak dikonsumsi produk susu, 500 mg kalsium glukonat atau kalsium laktat harus diberikan dua kali sehari selama Trisemester I dan Trisemester II, tiga kali sehari selama Trisemester III.