Posisi Kerja (skripsi dan tesis)

Sikap kerja yang baik dengan duduk yang tidak berpengaruh buruk terhadap sikap tubuh dan tulang belakang adalah sikap duduk dengan sedikit lordosa pada pinggang dan sedikit kifosa pada punggung dimana otot otot punggung menjadi terasa enak (Depkes RI, 2006).

Sikap duduk yang baik adalah :

  • Tidak menghalangi pernafasan.
  • Tidak menghambat sistem peredaran darah.
  • Tidak menghalangi gerak otot atau menghalangi fungsi organ-organ dalam tubuh.

Dalam bekerja dengan duduk perlu beberapa pesyaratan, yaitu (Depkes RI, 2006):

  • Pekerja dapat merasa nyaman selama melaksanakan pekerjaannya.
  • Tidak menimbulkan gangguan psikologis.
  • Dapat melakukan pekerjaannya dengan baik dan memuaskan.

Setelah pekerja melakukan pekerjaannya maka umumnya terjadi kelelahan, dalam hal ini kita harus waspada dan harus kita bedakan jenis kelelahannya, beberapa ahli membedakan/membaginya sebagai berikut (Depkes RI, 2004):

  1. Kelelahan fisik

Kelelahan fisik akibat kerja yang berlebihan, dimana masih dapat dikompensasi dan diperbaiki performansnya seperti semula. Kalau tidak terlalu berat kelelahan ini bisa hilang setelah istirahat dan tidur yang cukup.

  1. Kelelahan yang patologis

Kelelahan ini tergabung dengan penyakit yang diderita, biasanya muncul tiba-tiba dan berat gejalanya.

 

  1. Psikologis dan emotional fatique

Kelelahan ini adalah bentuk yang umum. Kemungkinan merupakan sejenis “mekanisme melarikan diri dari kenyataan” pada penderita psikosomatik. Semangat yang baik dan motivasi kerja akan mengurangi angka kejadiannya di tempat kerja.

  1. Upaya kesehatan kerja dalam mengatasi kelelahan, meskipun seseorang mempunyai batas ketahanan, akan tetapi beberapa hal dibawah ini akan mengurangi kelelahan yang tidak seharusnya terjadi :
    1. Lingkungan harus bersih dari zat-zat kimia. Pencahayaan dan ventilasi harus memadai dan tidak ada gangguan bising
    2. Jam kerja sehari diberikan waktu istirahat sejenak dan istirahat yang cukup saat makan siang.
    3. Kesehatan pekerja harus tetap dimonitor.
    4. Tempo kegiatan tidak harus terus menerus
    5. Waktu perjalanan dari dan ke tempat kerja harus sesingkat mungkin, kalau memungkinkan.
    6. Secara aktif mengidentifikasi sejumlah pekerja dalam peningkatan semangat kerja.
    7. Fasilitas rekreasi dan istirahat harus disediakan di tempat kerja.
    8. Waktu untuk liburan harus diberikan pada semua pekerja
    9. Kelompok pekerja yang rentan harus lebih diawasi misalnya;
  • Pekerja remaja
  • Wanita hamil dan menyusui
  • Pekerja yang telah berumur
  • Pekerja shift
  1. Para pekerja yang mempunyai kebiasaan pada alkohol dan zat stimulan atau zat addiktif lainnya perlu diawasi.

Kebanyakan orang dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari sering melupakan masalah posisi tubuh. Sikap tubuh yang baik sangat penting karena akan membantu tubuh bekerja maksimal. Juga membuat daya tahan dan pergerakan tubuh jadi efektif, di samping itu menyumbang kesehatan secara menyeluruh. Tidak hanya itu postur yang baik ternyata juga pencegah terbaik agar postur tidak jadi buruk. Kalau sikap tubuh tidak baik, selain tulang-tulang jadi tidak lurus, otot-otot, ruas, serta ligamen (jaringan pengikat sendi) pun akan tertarik lebih keras. Sikap yang tidak baik juga memicu cepat lelah, ketegangan otot, dan akhirnya rasa sakit.

Banyak orang yang menderita sakit punggung ternyata bermula dari kebiasaan salah yang mereka lakukan. Akibatnya, posisi dan fungsi organ-organ vital, khususnya di daerah perut ikut terpengaruh. Yang tak kalah penting postur tubuh yang baik juga membuat penampilan menjadi memikat sehingga meningkatkan rasa percaya diri. Duduk dalam jangka waktu yang lama juga dapat menyebabkan LBP. Bekerja dengan komputer, bekerja di pabrik, dipasar, dirumah, tukang jahit, sopir, tukang sayur, murid sekolah juga tidak terlepas aktivitasnya dilakukan dengan duduk yang lama.

Duduk adalah suatu posisi tubuh torso vertikal dengan beban badan bertumpu pada bokong. Duduk dapat dimanfaatkan untuk beristirahat jika dalam posisi dan jangka waktu yang tepat. Dibanding dengan berdiri, duduk memberikan kenyamanan dan kestabilan. Duduk dengan posisi yang baik adalah postur tubuh dengan kepala tegak, lengan dan tungkai rileks serta dapat memberikan stabilitas yang baik. Posisi duduk sangat dipengaruhi oleh design kursi. Idealnya kursi yang baik adalah yang dapat mendukung postur tubuh pada saat duduk. Pada sopir, design kursi terkadang menjadi problema tersendiri karena pada kenyataannya postur tubuh sopir yang berbeda-beda sehingga sulit untuk di design kursi yang benar-benar mengakomodasi kebutuhan sopir.

Berbagai pendapat telah dikemukakan tentang posisi duduk yang ergonomis ketika duduk dikursi atau ditempat lain. Duduk dengan sudut sederhana yaitu tungkai ditekuk dengan sudut 90o dengan kaki bertumpu pada lantai, posisi ini telah dipertimbangkan sebagai postur yang baik pada saat duduk ((Hemmings & Hemming, 1989 dalam Idyan, 2007). Mandal (1981) dalam Idyan (2007) mendukung posisi duduk yang disarankan Hemmings dan juga mengusulkan posisi yang lain yaitu duduk dengan posisi bantal duduk miring kebawah dengan sudut 45o dengan paha miring dan tungkai tegak lurus. Grandjean E (1988) mengemukakan alternatif posisi duduk yang lain disarankan dengan bantal duduk miring keatas dengan sudut 14o untuk mengurangi tekanan pada otot.