- Pengertian
Paritas atau para adalah jumlah kehamilan yang menghasilkan janin yang mampu hidup di luar (28 minggu) (Pusdiknakes,2003)
Berdasarkan paritasnya, wanita dapat digolongkan menjadi :
1). Nulipara memiliki paritas 0
2). Primipara memiliki paritas 1
3). Sekundipara memiliki paritas 2
4). Multipara memiliki paritas >2-5
5). Grandemultipara memiliki paritas .5 (Manuaba,2005)
Parturient atau paritas merupakan jumlah kehamilan yang mencapai tahap viabilitas dan jumlah bayi yang dilahirkan yang menentukan digolongkannya menjadi :
1). Primipara adalah seorang wanita yang pernah sekali melahirkan janin yang mencapai viabilitas.
2). Multipara adalah seorang wanita yang pernah dua kali atau lebih hamil sampai usia viabilitas.
3). Nulipara adalah seorang wanita yang belum pernah menyelesaikan kehamilannya melebihi usia abortus ( Cunningham, 2006)
- Hubungan Paritas Dan Kangker Leher Rahim
Menurut (Wiknjosastro, 2006), insiden kangker leher rahim meningkat dengan tingginya paritas. Menurut (Sarjadi, 1995), faktor resiko penyebab kangker leher rahim antara lain jumlah kelahiran per vaginam yang cukup banyak, dimana melahirkan anak lebih dari tiga kali akan mempertinggi resiko. (Dian, 2007), faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya serviks, antara lain trauma kronis pada serviks seperti persalinan, infeksi dan iritasi menahun. dalam penelitian di RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro pada tahun 2005 terdapat 34 kasus, dengan paritas lebih dari tiga sebanyak 26,5%. Pada tahun 2007 meningkat menjadi 37,66%
Menurut (Sjamsuddin. 2006) epitel serviks terdiri dari dua jenis, yaitu epitel squamosa dan epitel kolumnar, kedua epitel tersebut dibatasi oleh sambungan skuamosa-kolumnar (SSK) yang letaknya tergantung pada paritas. Pada wanita dengan aktivitas seksual tinggi, SSK terletak di ostium eksternum karena trauma atau retraksi otot oleh prostaglandin. Pada masa wanita terjadi perubahan fisiologi pada epitel serviks, epitel kolumnar akan digantikan oleh epitel skuamosa yang diduga berasal dari cadangan epitel kolumnar. Proses pergantian epitel kolumnar menjadi epitel skuamosa disebut proses metaplasia dan terjadi akibat pengaruh PH vagina yang rendah. Aktivitas metaplasia yang tinggi sering di jumpai pada masa pubertas. Akibat proses metaplasia ini maka secara morfogenetik terdapat dua SSK yaitu, SSK asli dan SSK baru yang menjadi tempat pertemuan antara epitel skuamosa baru dengan epitel kolumnar. Daerah diantara kedua SSK ini disebut daerah transformasi.
