Menurut Syahrizal faktor sosial ekonomi yaitu ciri-ciri strategi yang dikembangkan oleh rumah tangga yang hidup dalam suatu wilayah dalam mengatasi kemiskinan sedangkan apabila diperinci maka faktor-faktor tersebut adalah:
- Jumlah penghasilan
- Jumlah tanggungan keluarga
- Bagaimana pengelolaan hasil pendapatan
Sedangkan menurut Sakti (2004) faktor sosial ekonomi sangat berkaitan dengan kesehjateraan. Namun untuk menentukan faktor mana yang mempengaruhi kesejahteraan ini abstrak sekali sifatnya sehingga perlu dijabarkan dan didekati dengan ukuran-ukuran tertentu, perlu dibuktikan dengan indikator-indikator tertentu sehingga menjadi konkrit. Secara sederhana maka disebutkan faktor-faktor sosial ekonomi masyarakat tersebut meliputi :
- Tekanan Penduduk
- Tingkat Pendapatan
- Ketergantungan penduduk terhadap sumber pendapatan (Sakti, 2004 ).
Menurut BPS, maka faktor sosial ekonomi dapat dibagi menjadi beberapa macam yaitu:
- Usia Angkatan Kerja/Bukan Angkatan Kerja
- Angkatan Kerja (Labor Force)
Adalah penduduk dalam usia kerja yang selama seminggu yang lalu sedang bekerja atau punya pekerjaan sementara tidak bekerja dan mereka yang saat ini sedang mencari pekerjaan.
- Bukan Angkatan Kerja (Not In The Labor Force)
Adalah penduduk dalam usia kerja yang selama seminggu yang lalu tidak bekerja atau tidak sedang mencari pekerjaan. Kelompok ini terdiri dari mereka yang sedang bersekolah, mengurus rumah tangga dan lainnya (tidak mampu melakukan pekerjaan karena usia tua, cacat dll
- Pekerjaan
- Pekerjaan Tetap
Penduduk (15 tahun keatas) yang dimasukkan dalam kategori bekerja adalah mereka yang selama seminggu yang lalu melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan dan bekerja paling sedikit 1 (satu) jam dalam seminggu yang lalu.
- Punya Pekerjaan, Tetapi Sementara Tidak Bekerja
Yang dimaksud kedalam kategori ini adalah penduduk (15 tahun keatas) yang mempunyai pekerjaan tetapi selama seminggu yang lalu tidak bekerja karena berbagai sebab seperti sedang sakit, cuti, menunggu panenan, dan sebagainya, atau bekerja tetapi kurang dari 1 (satu) jam.
- Mencari Pekerjaan/Menganggur (Unemployed)
Yang dimasukkan kedalam kategori mencari pekerjaan adalah penduduk 15 tahun keatas yang sedang berusaha mendapatkan/mencari pekerjaan. Termasuk di dalamnya: mereka yang belum pernah bekerja, dan mereka yang sudah pernah bekerja kemudian karena sesuatu hal berhenti atau diberhentikan. Kegiatan usaha mencari pekerjaan tersebut tidak terbatas dalam jangka waktu seminggu yang lalu saja tetapi bisa dilakukan beberapa waktu yang lalu.
- Mengurus Rumah Tangga
Yang dimasukkan kedalam kategori mengurus rumah tangga adalah penduduk 15 tahun keatas yang selama seminggu yang lalu mengurus rumah tangga atau membantu mengurus rumah tangga tanpa mendapatkan upah/gaji. Pembantu rumah tangga yang mendapatkan upah/gaji walaupun pekerjaannya mengurus rumah tangga dianggap bekerja.
- Sekolah
Yang dimasukkan kedalam kategori sekolah adalah penduduk 15 tahun keatas yang melakukan kegiatan sekolah. Anak sekolah yang selama seminggu yang lalu sedang berlibur dan tidak melakukan kegiatan lainnya dimasukkan kedalam kategori sekolah. Tetapi jika dia bekerja atau mengurus rumah tangga selama seminggu yang lalu tersebut, dia harus dimasukkan dalam kategori kegiatan lainnya, yaitu bekerja atau
mengurus rumah tangga.
- Lainnya
Yang dimasukkan kedalam kategori lainnya adalah penduduk 15 tahun keatas yang sudah tidak dapat melakukan kegiatan seperti kategori sebelumnya, seperti misalnya yang sudah lanjut usia, cacat mental, atau lainnya.
- Jenis Lapangan Pekerjaan
Adalah bidang kegiatan dari usaha/perusahaan/instansi dimana seseorang bekerja. Lapangan pekerjaan/usaha ini dibagi dalam 10 golongan yaitu: 1) Pertanian (termasuk Perburuan, Kehutanan, dan Perikanan); 2) Pertambangan dan Penggalian; 3) Industri Pengolahan; 4) Listrik, gas dan Air; 5) Bangunan/Kontruksi; 6) Perdagangan (termasuk Rumah Makan dan Hotel) 7) Angkutan dan Komunikasi; 8) Keuangan, Persewaan dan Asuransi; 9) Jasa; 10) Kegiatan yang tidak/belum jelas.
- Status/Kedudukan dalam Pekerjaan
Adalah status/kedudukan seseorang didalam pekerjaannya. Status/kedudukan dibagi dalam 7 golongan yaitu: 1) Berusaha sendiri; 2) Berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar; 3) Berusaha dibantu buruh tetap/buruh dibayar; 4) Buruh/karyawan/pegawai; 5) Pekerjaan bebas di pertanian; 6) Pekerjaan bebas di non pertanian; 7) Pekerjaan tidak dibayar.
- Berusaha Sendiri
Yang dimasukkan kedalam kategori Berusaha Sendiri adalah mereka yang melakukan usaha/pekerjaan atas resiko/tanggungan sendiri dan tidak memakai buruh yang dibayar.
- Berusaha Dibantu Buruh Tidak Tetap/Buruh Tidak Dibayar
Yang dimasukkan kedalam kategori berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar adalah mereka yang dalam usahanya dibantu oleh satu atau lebih buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar (misalnya anggota rumah tangganya sendiri).
- Berusaha Dibantu Buruh Tetap/Buruh Dibayar
Yang dimasukkan kedalam kategori berusaha dibantu buruh tetap/buruh dibayar adalah merka yang dalam usahanya dibantu oleh satu atau lebih buruh tetap/buruh yang dibayar.
- Buruh/Karyawan/Pegawai
Yang dimasukkan kedalam kategori buruh/karyawan/pegawai adalah mereka yang bekerja dengan menerima upah atau gaji baik berupa uang maupun barang. Misalnya PNS, Anggota TNI/Polri, Karyawan Perusahaan, atau buruh dengan 1 (satu) majikan.
- Pekerja Bebas di Pertanian
Yang dimasukkan kedalam kategori pekerja bebas di pertanian adalah mereka yang bekerja dengan memiliki 2 atau lebih majikan di sektor pertanian dan menerima upah atau gaji baik berupa uang maupun barang.
- Pekerja Bebas di Non-Pertanian
Yang dimasukkan kedalam kategori pekerja bebas di non-pertanian adalah mereka yang bekerja dengan memiliki 2 atau lebih majikan di sektor selain pertanian dan menerima upah atau gaji baik berupa uang mapun barang.
- Pendapatan Rumah Tangga dan Pendapatan yang Siap Dibelanjakan
Pendapatan yang diterima adalah dalam bentuk uang, dimana uang adalah merupakan alat pembayaran atau alat pertukaran ( Samuelson dan Nordhaus, 1997 : 36 ) Namun dalam pengertian ini maka pendapatan perorangan dan pendapatan rumah tangga dibedakan. Dimana pendapatan perorangan tidak seluruhnya diterima oleh rumah tangga. Hal ini disebabkan oleh karena pendapatan tersebut sebagian tidak dibayar kepada rumah tangga, akan tetapi pajak pendapatan perusahaan diterima oleh pemerintah, keuntungan yang tidak akan dibagikan ditahan perusahaan dan jaminan sosial dibayarkan kepada instansi yang berwenang. Tetapi sebaliknya rumah tangga masih menerima tambahan yang merupakan transfer baik dari pemerintah maupun perusahaan dan bunga netto atas hutang pemerintah. Bila pendapatan perorangan ini dikurangi dengan pajak yang langsung dibebankan kepada rumah tangga, maka hasilnya merupakan pendapatan yang siap dibelanjakan (Dispossible Income).
kriteria besar pendapatan rumah tangga dan pendapatan yang siap dibelanjakan didasarkan pada kriteria garis kemiskinan dari BPS yang mengacu kepada besarnya pengeluaran/konsumsi per kapita per bulan pada tahun 2003 sebesar Rp 105.888 per bulan (untuk pedesaan).
Berdasarkan uraian diatas maka dapat diketahui bahwa jenis indikator faktor sosial ekonomi bermacam-macam. Dalam penelitian ini akan menggunakan indikator yang sesuai dengan karakterisik penduduk di wilayah kerja Puskesmas Pituruh Purworejo yaitu:
- Usia
- Jenis Pekerjaan
- Status/ Kedudukan Dalam Pekerjaan
- Besar Pendapatan
- Besar Pendapatan yang Siap Dibelanjakan
