- Kondisi psikologis
Sebelum belajar seharusnya mempersiapkan diri terlebih dahulu. Ketika sedang belajar, diusahakan dalam kondisi rileks dan siap untuk menerima pelajaran. Jika diibaratkan, kondisi ini sama dengan gelas kosong yang siap diisi air. Kondisi seperti ini diibaratkan psikologis, sehingga faktor psikologis sangat berpengaruh dalam melaksanakan suatu proses belajar.
- Kejenuhan belajar
Kejenuhan akan menyebabkan kesulitan memahami suatu materi. Kondisi dimana membaca tapi sult untuk mencerna dari apa yang di baca, mendengar tetapi hanya sebatas mendengar tanpa merekan ibarat masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Kesimpulan dari kejenuhan yang terjadi yaitu kurangnya konsentrasi yang dapat mempengaruhi harmonisasi antara organ indra dengan otak sehingga menyebabkan malas dan kurang perduli.
- Tidak merasa senang dengan subjek
Munculkanlah perasaan senang ketika ingin belajar, karna akan menimbulkan sugesti positif yang dapat menjadikan proses belajar menjadi enak. Akan tetapi ketika muncul perasaan tidak senang dengan obyek yang akan dipelajari, maka tanpa tidak sadar maka akan mengarahkan atau menstimulus otak untuk menolat suatu subjek yang akan di pelajari, sehingga menyebabkan terjadi kesulitan dalam melakukan proses belajar.
- Tidak mengetahui manfaat
Setelah merasa senang dengan suatu pelajaran, maka jangan hanya berhenti sampai disitu, tetapi harus tau manfaat yang akan diperoleh ketika mempelajari sesuatu materi pelajaran. Jika telah mengetahui manfaat dari pelajaran sehingga dapat meningkatkatkan motivasi dalam proses belajar.
- Tingkat intelektualitas
Faktor ini tidak mutlak menjadi penghambat dalam belajar. Setiap manusia yang dilahirkan membawa senjata berfikir yang sangat luar biasa. Ada berbagai macam cara untuk meningkatkan kecerdasanintelektualitas. Hambatan yang satu ini dapat diatasi dengan ketekunan dan juga kerajinan sehingga tingkat intelektualitas dapat meningkat.
