Management Diabetes Mellitus (skripsi, tesis, dan disertasi)

Tujuan pengelolaan pada penderita diabetes mellitus mencangkup tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang (Soeharto Haryono, 2006). Tujuan jangka pendek yaitu dengan menunjang kehidupan pasien menjadi lebih baik dan menghilangkan gejala-gejala yang ada. Sedangkan tujuan jangka panjang pada penderita diabetes yaitu menghindari komplikasi. Selama pengobatan/pengelolaan yang harus diperhatikan yaitu mempertahankan dan memelihara pengelolaan control metabolisme yang baik (darah, glukosa, lemak dan tingkat insulin).

Selain tujuan-tujuan jangka pendek dan panjang, pada pengelolaan pasien diabetes mellitus juga memiliki beberapa prinsip dalam pengelolaan pasien yaitu

  1. Aktifitas fisik yang adekuat: beberapa penderita diabetes mellitus terutama pada DMTTI terjadi resistensi insulin dan sebanyak 80% terjadi pada pasien yang obesitas. Oleh karena itu perlu dilakukan aktifitas fisik atau olahraga dengan tujuan memperbaiki sensitifitas insulin, memperbaiki keadaan hipertensi, meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas otot, menurunkan kadar gula darah sebelum dan sesudah latihan, menurunkan konsentrasi insulin basal dan setelah makan. Olahraga ini dapat dilakukan secara teratur selama 3 sampai 5 kali per minggunya dengan durasi pemanasan 5 menit, taeget zona 20 menit dan pendinginan selama 5 menit. Jenis olahraga yang dapat dilakukan antara lain rekreasi (misalnya jalan-jalan di taman dengan pemanasan jalan di tempat), kegiatan di luar rumah (misalnya senam pagi) jogging, bersepeda dan lain-lain. Tetapi jika dilakukan olahraga yang berlebihan dapat memperburuk keadaan pasien seperti terjadinya angina pectoris, infeksi pada miokardial, aritmia, ataupun mati mendadak (Soeharto Haryono, 2005).
  2. Penyesuaian diet: pola makan yang baik dan sehat merupakan kunci sukses pengelolaan diabetes. Seluruh penderita harus melakukan diet dengan pembatasan kalori, terlebih untuk penderita dengan kondisi kegemukan. Pemilihan makanan harus dilakukan secara bijak dengan melakukan pembatasan kalori total dan lemak jenuh untuk mencapai normalisasi glukosa darah dan lipid darah. Oleh karena bevariasinya kondisi penderita diabetes mellitus maka tidak ada satupun menu yang cocok untuk semua penderita. Menu dengan jumlah kalori yang tapat umumnya dihitung berdasarkan kondisi individu pasien. Namun, secara normal komposisi menu yang direkomendasikan terdiri dari 60-65% karbohidrat, 25-35% lemak dan 10-20% protein. Konsumsi alhokol sangat dibatasi atau harus dihindari oleh penderita diabetes. Disarankan pula untuk penderita diabetes yang merokok untuk segera menghentikan kebiasaan buruk tersebut karena nikotin dapat mempengaruhi secara buruk penyerapan glukosa oleh sel. Stimulasi sel-sel beta pankreas dalam memproduksi insulin dapat dilakukan melalui pengaturan pola makan yang baik, terutama melalui asupan karbohidrat kompleks dan serat yang tinggi, pembatasan kalori (rendah protein dan lemak jenuh), asupan antioksidan alami teritama vitamin E dan D (buah-buahan dan sayuran), serta asupan asam-asam esensial tak jenuh. Asupan lemak terutama perlu diperhatikan karena berpengaruh pada kepekaan insulin. Dalam hal ini perlu dihindari asupan lemak jenuh yang dapat memperburuk kepekaan insulin, kecuali minyak kelapa yang boleh dikonsumsi karena mengandung sebagian asam lemak jenuh rantai sedang yang justru baik bagi penderita diabetes.
  3. Menggunakan obat antidiabetik oral: saat ini ada beberapa jenis obat antidiabetik oral yang tersedia secara komersial untuk penderita diabetes tipe 2. Obat antidiabetik oral tersebut dapat digolongkan menjadi 5 kelompok, masing-masing memiliki mekanisme kerja dan efek samping yang berbeda-beda. Obat antidiabetik oral secara umum baru diberikan bila pengaturan pola makan, olahraga dan upaya penurunan berat badan tidak mampu menurunkan kadar glukosa yang tinggi