Ada beberapa skala yang sudah dikembangkan untuk mengukur resiliensi, namun skala-skala ini tidak bisa digunakan secara luas karena itu buku teks pengukuran psikiatrik milik Asosiasi Psikiater Amerika memuat tidak hanya satu macam pengukuran resiliensi. Salah satu alat yang dikembangkan pada beberapa tahun terakhir ini adalah CD-RISC. Alat ini dikembangkan sebagai suatu asesmen ringkas untuk membantu mengukur resiliensi dan pengukuran di klinik untuk melihat respon dari suatu treatmen (Connor and Davidson, 2003). Isi skala CD-RISC diambil dari banyak sumber. Salah satunya dari Kobasa Farber et al. (2000), item-item resiliensi menggambarkan tentang kontrol yaitu perasaan atau tanggapan seseorang tentang makna dan tujuan hidup dengan kepedulian terhadap diri sendiri dan orang lain. Komitmen yaitu perasaan atau tanggapan seseorang mengenai otonomi dan kemampuan untuk mempengaruhi jalan hidup atau pola hidup sendiri. Tantangan yaitu perasaan atau tanggapan seseorang ketika ia memaknai tantangan sebagai bagian alami dari kehidupan yang menyediakan kesempatan untuk tumbuh, dan perubahan yang dipandang sebagai tantangan juga dimasukkan. Rutter dalam (Connor and Davidson, 2003), menggambarkan bahwa karakteristik orang yang resiliensi adalah sebagai berikut: memiliki strategi pengembangan dengan arah yang jelas atau realistik dalam menentukan pilihan, adanya suatu orientasi dalam tindakan, adanya suatu keyakinan yang kuat atau efikasi diri, kemampuan beradaptasi ketika berhadapan dengan perubahan, memiliki keterampilan dalam memecahkan masalah sosial, humor dalam menghadapi stres, kua atau tegar dalam menghadapi stres, memiliki perasaan yang stabil, memiliki pengalaman keberhasilan di masa lalu (dua pernyataan yang terakhir merupakan inti dari resiliensi). Lyons dalam (Connor and Davidson, 2003) mengatakan bahwa karateristik dari orang yang resilien adalah sabar, memiliki daya toleransi terhadap perasaan yang negatif, dapat beradaptasi terhadap perubahan. Skala CD-RISC terdiri dari 5 aspek, yaitu:
- Kompetensi personal, standar yang tinggi dan keuletan; memperlihatkan bahwa seseorang merasa sebagai orang yang mampu mencapai tujuan dalam situasi kemunduran atau kegagalan.
- Percaya pada diri sendiri, memiliki toleransi terhadap afek negatif dan kuat atau tegar dalam menghadapi stres, ini berhubungan dengan ketenangan, cepat melakukan coping terhadap stress, berpikir secara hati-hati dan tetap fokus sekalipun sedang dalam menghadapi masalah.
- Menerima perubahan secara positif dan dapat membuat hubungan yang aman (secure) dengan orang lain, ini berhubungan dengan kemampuan beradaptasi atau mampu beradaptasi jika menghadapai perubahan.
- Kontrol atau pengendalian diri dalam mencapai tujuan dan bagaimana meminta atau mendapatkan bantuan dari orang lain.
- Pengaruh spiritual, yakin pada Tuhan atau nasib.
