Respon remaja terhadap Kehamilan dalam setiap Trimester (skripsi, tesis, disertasi)

 

Respon remaja terhadap kehamilannya di      setiap   trimester kehamilan juga telah diidentifikasi oleh Ladewig, London, dan Davidson,  (2006 dalam Neamsakul,  2008).  Pada trimester satu,  remaja berespon negatif terhadap kehamilannya karena tidak direncanakan. Akibatnya,  sebagian besar dari mereka mengabaikan untuk memastikan apakahmereka benar-benar hamil atau tidak. Mereka yang tidak ingin mengungkapkan kehamilannya menolak untuk mempercayai bahwa mereka memang hamil, meskipun perubahan-perubahan tubuh telah mereka alami. Beberapa dari mereka taku bahwa pengungkapan kehamilan mereka kepada keluarga atau orang lain akan menimbulkan stress bagi mereka. Sampai pada trimester kedua, remaja masih menyembunyikan kehamilannya antara lain dengan beraktivitas sebagaimana biasa.

Pada trimester ketiga remaja hamil mulai menyadari bahwa janin yang ada dalam perut mereka adalah bagian dari tubuh mereka dan mereka merencanakan untuk menyambut kedatangan anggota keluarga baru dengan menyediakan segala kebutuhan bayi, tempat, nama dan peralatan lain. Mereka menyiapkan diri mereka sendiri untuk melahirkan. Selama periode ini mereka cemas dan khawatir tentang proses melahirkan dan kesehatan bayi, karena itu mereka mencari tahu dan meminta nasehat dari beberapa sumber. Mereka juga secara aktif meminta bantuan untuk persalinan dan proses melahirkan. Secara fisik, mereka merasakan adanyan yeri punggung, konstipasidan frekuensi BAK yang meningkat.

Sebagian remaja hamil yang lain tidak pernah menyiapkan diri mereka sendiri untuk proses persalinan dan melahirkan. Akibatnya, mereka lebih tress terhadap proses persalinandan kelahiran. Beberapa orang mengalami mimpi buruk dan tidak menyiapkan apapun untuk kelahiran. Akhirnya ada pemikiran bahwa bayi adalah musuh yang membawa ketidaknyamanan dalam kehamilan.