Kehamilan tidak diinginkan mempunyai konsekuensi pengambilan keputusan. Ada tiga pilihan terhadap keputusan yang harus dilakukan yaitu: Pertama, melanjutkan kehamilan, melahirkan hingga membesarkan bayi itu sendiri. Namun, pilihan ini sangat berat karena dalam membesarkan seorang anak diperlukan kesiapan mental, fisik, dan finansial cukup. Kedua, kehamilan diteruskan, melahirkan dan memberikan bayi kepada keluarga atau orang lain yang sama sekali tidak dikenal (adopsi). Pilihan yang ketiga adalah aborsi. Alternatif keputusan dari beberapa pilihan ini terkait erat atau dilatarbelakangi kepribadian seseorang, keputusan keluarga, dan keyakinan (Soetjiningsih, 2007).
Selanjutnya, ada tiga sikap penerimaan dari remaja yang mengalami kehamilan tidak diinginkan, yaitu: 1) segera menerima dan meneruskan kehamilan sampai melahirkan dengan wajar saja; 2) mulanya menolak, tetapi kemudian menerimanya dengan beban psikologis yang mengganggu kehamilan dan proses persalinan; dan 3) tetap menolak dan berupaya untuk tidak meneruskan kehamilan (Khisbiyah and Wijayanto, 1997). Pada masing-masing pilihan mempunyai implikasi sosial, ekonomis, dan psikologis yang berbeda pula.
